Berikut tanda-tanda diabetes semakin parah yang harus diwaspadai dikutip dari cnnindonesia, Senin (19/6/2023)
1. Usus dan kandung kemih tidak berfungsi dengan baik
Kerusakan saraf menyebabkan penderita diabetes sulit mengetahui kapan mereka perlu ke kamar mandi, bahkan ketika kandung kemih sudah penuh. Akibatnya, penderita mungkin sering mengalami infeksi kandung kemih.
2. Gangguan pendengaran
Suara bergerak melalui jalur yang rumit dari dunia luar ke otak. Banyak pembuluh darah kecil dan saraf di telinga yang berperan dalam penghantarannya.
Glukosa darah tinggi merusak pembuluh darah dan saraf ini, sehingga gangguan pendengaran dua kali lebih sering terjadi pada penderita diabetes.
3. Gusi berdarah
Menukil Healthgrades, penderita diabetes bisa mengalami pendarahan dan gusi yang tampak tertarik ke belakang dan membentuk kantong di sekitar gigi. Hal-hal ini adalah tanda periodontitis, bentuk penyakit gusi yang parah.
4. Mulut kering atau sakit
Glukosa darah yang tinggi menghilangkan kelembapan mulut. Akibatnya, penderitanya dapat mengalami rasa sakit, luka, infeksi, dan gigi berlubang.
Cegahlah masalah mulut yang terkait dengan diabetes dengan menyikat gigi dengan benar dan mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan sekali.
5. Gangguan penglihatan
Penderita diabetes mengalami kesulitan membaca atau melihat pantulan cahaya aneh di sekeliling lampu pada malam hari. Fluktuasi bisa terjadi pada kejelasan penglihatan dalam jarak dekat dan jarak jauh.
6. Kulit pecah-pecah atau gatal
Tubuh mempertahankan lebih sedikit kelembapan ketika Anda memiliki glukosa darah tinggi, membuat kulit kering dan gatal. Kulit pecah-pecah memungkinkan bakteri masuk ke dalam kulit dan menyebabkan infeksi yang lambat sembuh.
7. Tangan dan kaki kesemutan atau mati rasa
Kerusakan saraf mengganggu sinyal antara ekstremitas dan otak. Penderita diabetes mungkin merasakan sensasi seperti ditusuk-tusuk jarum, tetapi tidak merasakan panas, dingin, nyeri, atau bahkan tekanan pada kaki Anda saat berjalan.
8. Tangan dan kaki terasa sakit
Saraf yang berantakan mengirimkan pesan yang teracak, memicu sensasi yang tidak selaras dengan rangsangan eksternal.
9. Kaki kram atau sakit
Masalah sirkulasi dapat menyebabkan betis, paha, atau bokong terasa sakit saat berjalan atau melakukan aktivitas fisik lainnya. Rasa sakit ini dapat berkurang dengan istirahat.
10. Kehidupan seks menjadi lebih sulit
Bagian intim tubuh tidak kebal dari kerusakan saraf. Pria mungkin mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi. Sementara wanita mungkin mengalami kekeringan pada vagina atau merasa tidak mudah terangsang atau mengalami orgasme.
11. Berkeringat lebih banyak
Berkeringat lebih sering, terutama di malam hari atau saat mereka makan. Sebagian lainnya berhenti berkeringat sama sekali, bahkan dalam cuaca yang sangat panas.
12. Sering pusing
Pingsan bila berdiri terlalu cepat. Hal ini dikarenakan jantung mungkin berdetak terlalu cepat.
Jika gejala ini terjadi secara tiba-tiba atau disertai sesak napas, nyeri dada, bicara cadel, atau kehilangan penglihatan, segera cari pertolongan. Aliran darah ke jantung atau otak mungkin melambat atau berhenti.
13. Peningkatan rasa haus
Mengalami polidipsia, suatu bentuk rasa haus yang ekstrem. Hal ini umum terjadi pada diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol dan juga dapat terjadi pada diabetes tipe 2 ketika kadar gula darah sangat tinggi. Melansir Medical News Today, glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi dan rasa haus, dan dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap air.
14. Nafsu makan meningkat tanpa penambahan berat badan
Penderita diabetes mungkin memiliki kadar glukosa darah yang tinggi, tetapi sel-selnya tidak dapat mengakses glukosa ini untuk digunakan sebagai energi. Hal ini terjadi karena tubuh tidak memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.
15. Penurunan berat badan
Ketidakmampuan untuk menyerap glukosa menyebabkan penurunan berat badan. Berat badan penderita diabetes tergantung pada seberapa baik tubuh menggunakan glukosa dan seberapa banyak orang tersebut makan. Hal ini mungkin juga terkait dengan buang air kecil berlebihan yang dapat terjadi pada diabetes yang termasuk tanda-tanda diabetes semakin parah.
























