ASPEK.ID, JAKARTA – Kamar Dagang Industri Indonesia atau Kadin menyebut lebih dari 3.000 perusahaan telah mendaftar dalam program vaksin mandiri covid-19 per Selasa (16/2/2021).
Hal itu dikatakan oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Widjaja Kamdani. Pendaftaran ditutup pada Rabu (17/2).
Terkait skema penyuntikan, Shinta mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kesehatan. Yang jelas, vaksin covid-19 yang digunakan bukan racikan Sinovac.
“Vaksinnya tidak boleh sama dengan Sinovac, harus beda, jadi bukan Sinovac,” jelasnya.
Kadin menyatakan negosiasi pengadaan vaksin antara pelaku usaha dan sejumlah produsen global masih berlangsung.
Vaksin mandiri ditujukan bagi karyawan dan keluarganya. Program juga akan menjangkau masyarakat di sekitar tempat industri di lokasi-lokasi khusus, seperti pertambangan.























