• Latest
  • Trending
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Bulan Maret

500 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Kemendagri Dorong Evaluasi Sistem Rekrutmen Politik

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Target Karhutla di RI Tuntas dalam 1-2 Pekan

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Alasan Investor Global Lirik RI

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Kepung Wilayah Penyangga IKN, 470 Kejadian Terjadi di Kaltim

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

500 Kepala Daerah Tersandung Korupsi, Kemendagri Dorong Evaluasi Sistem Rekrutmen Politik

by Muhammad Fadhil
Februari 14, 2026
in BERITA TERBARU, NEWS, POLITIK
Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Bulan Maret

Bima Arya. Foto: dok. pribadi

ASPEK.ID, JAKARTA – Maraknya kasus korupsi kepala daerah kembali memantik alarm serius di tubuh pemerintah pusat. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen politik dinilai menjadi keniscayaan, bukan lagi sekadar wacana.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pendekatan normatif dan peringatan formal terbukti belum efektif membendung praktik korupsi di level pemerintahan daerah.

“Kami sudah kehabisan kata-kata melihat banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi. Semua sudah diingatkan, bahkan sudah dilakukan retret,” ujar Bima, Sabtu (14/2).

BacaJuga

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Prabowo Target Karhutla di RI Tuntas dalam 1-2 Pekan

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Menurutnya, persoalan korupsi kepala daerah bukan semata soal integritas individu, melainkan berkaitan erat dengan desain sistem politik, khususnya mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejak pilkada langsung diberlakukan pada 2005, sekitar 500 kepala daerah tercatat tersangkut kasus korupsi.

Angka tersebut, kata Bima, menjadi indikator bahwa ada problem struktural yang belum terselesaikan.

“Tidak cukup hanya reformasi birokrasi. Harus ada pembaruan dalam sistem politik, khususnya dalam pemilihan kepala daerah,” tegasnya.

Kemendagri menilai pembenahan tata kelola birokrasi perlu berjalan paralel dengan reformasi politik. Salah satu langkah yang didorong adalah percepatan digitalisasi pemerintahan, terutama dalam sistem pembayaran dan transaksi nontunai di daerah.

Digitalisasi diyakini dapat mempersempit ruang interaksi transaksional yang kerap menjadi celah praktik suap dan gratifikasi. Transparansi berbasis sistem elektronik diharapkan menjadi instrumen pencegahan, bukan sekadar alat administrasi.

Bima menekankan, kombinasi antara reformasi birokrasi, digitalisasi layanan publik, serta evaluasi mendasar terhadap sistem rekrutmen politik merupakan paket kebijakan yang tidak bisa dipisahkan jika pemerintah serius menekan korupsi di daerah.

Dorongan evaluasi sistem ini muncul di tengah operasi tangkap tangan (OTT) yang kembali menyasar kepala daerah. Pada Senin (19/1/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan dua kepala daerah dalam kasus berbeda.

Wali Kota Madiun, Maidi, diduga terlibat dalam praktik pemerasan, gratifikasi, serta penerimaan fee proyek dan dana CSR dengan nilai mencapai Rp 2,25 miliar.

Sementara itu, Bupati Pati, Sudewo, diamankan atas dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa. Ia juga diduga menerima suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Rentetan OTT tersebut kembali menegaskan bahwa persoalan korupsi kepala daerah belum menunjukkan tren penurunan signifikan. Pemerintah kini dihadapkan pada pilihan: mempertahankan sistem yang ada dengan risiko berulang, atau melakukan koreksi mendasar terhadap mekanisme politik yang melahirkan para kepala daerah. []

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

ASPEK.ID, SINGAPURA - Setiap anak di Singapura mendapatkan hampir S$ 70.000 atau setara Rp 974.693.300 dalam bentuk dukungan keuangan langsung...

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

ASPEK.ID, MAROS - Dua pesawat mengalami insiden di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, dalam dua hari berturut-turut. Setelah...

Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

ASPEK.ID, JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), TNI Angkatan Udara (TNI AU),...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In