• Latest
  • Trending

5 Langkah BI Stabilkan Sektor Keuangan

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Beri Rp 974 Juta Kepada Setiap Anak Hingga Usia 17 Tahun

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Bandara Sultan Hasanuddin Diguncang Dua Insiden Pesawat dalam Dua Hari

Cerita ASN Setahun Tinggal di IKN, Punya Lebih Banyak Waktu untuk Keluarga dan Olahraga

Cegah Karhutla dan Kekeringan, Langit IKN Ditebar 800 Kg Garam

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Target Karhutla di RI Tuntas dalam 1-2 Pekan

Gita Wijawan: Danantara Bakal Jadi Magnet Pelaku Ekonomi dan Bisnis di WEF 2026

Prabowo: Pimpinan Danantara Pantas Dapat Bintang Tanda Kehormatan, BUMN Rugi Jadi Untung

Juli 2023 Kereta Cepat Jakarta Bandung Beroperasi

Purbaya: Kemenkeu Kelola Whoosh Mulai September

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Mantan Kepala BIN yang Juga Komut PT Japfa Wafat

Alasan Investor Global Lirik RI

Era AI Ubah Dunia Kerja, Sarjana Harus ada 3 Kapasitas

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Karhutla Kepung Wilayah Penyangga IKN, 470 Kejadian Terjadi di Kaltim

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka Kasus Intimidasi dr Icha

Erick Minta PLTS Terapung Cirata Ditiru di Seluruh Sungai Indonesia

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp di Bali

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

Pembangunan PLTS 100 GWp di Bali Dimulai, Target Hemat Rp 73,9 T/Tahun

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, Agustus 26, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

5 Langkah BI Stabilkan Sektor Keuangan

by Zamzami Ali
Maret 21, 2020
in EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa Rapat Dewan Gubernur telah mengumumkan stimulus kebijakan dari BI yang ketiga, setelah pertama pada 19 Februari 2020 dan kedua tanggal 2 Maret 2020.

“Kami kemarin juga sudah keluarkan juga stimulus yang ketiga berupa penurunan suku bunga dan 7 langkah lebih lanjut,” ujar Gubernur BI saat memberikan keterangan pers usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas), Jum’at (20/3).

Langkah-langkah yang telah dan kemudian terus dilakukan oleh BI dalam koordinasi dengan Pemerintah, menurut Perry Warjiyo, adalah sebagai berikut:

BacaJuga

Emas Antam Cetak Rekor Baru, Harga Hari Ini Naik Jadi Rp 2,768 Juta per Gram

Calon Bos OJK Beberkan Strategi Bikin Bursa Mineral RI Jadi Acuan Harga Global

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal” Bukan Simpanan Fisik

Direktur Vale Indonesia Budiawansyah Mundur

Seharian Bergerak di Zona Hijau, IHSG Akhir Pekan Ditutup di Level 6.525

Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun pada Juli 2026, Tumbuh 8,3%

Pertama

Menurunkan kembali suku bunga kebijakan Bank Indonesia, dari 25 basis poin menjadi 4,5 yang erarti ini penurunan setelah bulan lalu juga menurunkan 25 basis poin. Ini dimaksudkan, menurut Gubernur BI, agar memberikan kemudahan bagi dunia usaha juga masyarakat untuk bagaimana memudahkan pembiayaan dari perbankan.

“Tentu saja bersama Bapak Ketua OJK kami mendorong dan meminta kalangan perbankan untuk menurunkan suku bunga khususnya suku bunga kredit sehingga bisa mendorong perekonomian lebih lanjut,” imbuhnya.

Kedua

BI terus melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah dengan melalui intervensi baik di sisi spot pembelian domestic non delivery forward maupun pembelian SBN dari pasar sekunder.

“Kami terus lakukan seperti ini di tengah-tengah, memang investor global menarik dananya dari seluruh negara, memberikan dolar, termasuk dari Indonesia,” ujarnya.

BI, menurut Perry, akan terus berada di pasar menjaga pasar dan berfungsinya mekanisme pasar melalui triple intervention, yaitu spot domestic non delivery forward dan juga pembelian SBN dari pasar sekunder.

“Sejauh ini pembelian SBN dari pasar sekunder kami sudah melakukan pembelian SBN dari pasar sekunder Rp163 triliun. Ini yang dilepas oleh investor asing agar bisa memberikan stabilitas di nilai tukar maupun di SBN,” sambungnya.

Bersama Ketua OJK, lanjut Perry, BI juga terus berkoordinasi bagaimana melakukan stabilisasi di pasar saham sehingga semua menumbuhkan stabilitas di pasar keuangan. Oleh karena itu, menurut Gubernur BI, Presiden memberikan arahan supaya seluruh potensi supply yang ada di dalam negeri ini dimobilisasi termasuk juga para eksportir untuk yang selama ini menahan dolarnya agar juga memberikan supply kepada pasar valas.

“Itu komitmen kami akan terus berada di pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Itu yang kedua,” lanjutnya.

Ketiga

BI terus melakukan injeksi likuiditas baik rupiah maupun valuta asing yang tahun ini sudah dilakukan injeksi likuiditas rupiah hampir Rp300 triliun. Bentuknya, sambung Gubernur BI, pembelian SBN dari pasar sekunder sekaligus memberikan injeksi likuiditas ke pasar uang dan perbankan sebesar Rp163 triliun serta melakukan repo khususnya bagi bank-bank yang kecil belum buku I buku II untuk juga merepokan SBN-nya ke BI yang sejauh ini lebih dari Rp53 triliun telah dilakukan repo.

“Demikian juga awal tahun kami juga sudah menurunkan giro wajib minimum menambah likuiditas sekitar Rp53 triliun, dan nanti 1 April kita juga akan menurunkan GWM lagi 50 basis poin menambah likuiditas rupiah sekitar Rp23 triliun,” tambahnya.

Tambahan likuiditas dalam kondisi seperti ini berfungsinya pasar dan kecukupan likuiditas itu memang sangat penting. Untuk likuiditas valas, BI menurunkan giro wajib minimum valas 4% yang jumlahnya bisa menambah likuiditas valas di pasar uang dan perbankan itu sekitar 3,2 miliar dolar AS sehingga ini yang terus dilakukan, yakni menjaga likuiditas di pasar.

Keempat

BI bersama OJK terus lakukan upaya-upaya agar perbankan bisa melakukan pembiayaan kepada sektor koperasi maupun UMKM sehingga di sisi kebijakan makroprundensial juga telah melakukan kelonggaran-kelonggaran termasuk juga mengarahkan penurunan giro wajib minimum (GWM) agar perbankan terus melakukan pembiayaan di perdagangan, ekspor-impor maupun pembiayaan kepada UMKM.

“Kami juga mendorong kemudian langkah-langkah pelonggaran-pelonggaran di kebijakan makroprudensial yang lain,” urai Gubernur BI.

Kelima

Di bidang sistem pembayaran, BI terus mendukung program-program pemerintah bagaimana penyaluran program bantuan sosial itu bisa dilakukan secara lebih cepat melalui elektronifikasi.

“Bersama pemerintah kami juga menyiapkan elektronifikasi Kartu Prakerja, Kartu Indonesia Pintar, maupun program-program yang akan diluncurkan oleh pemerintah sebagaimana ini disampaikan Pak Menko maupun oleh Bu Menteri Keuangan,” sambungnya.

Komitmen BI, lanjut Perry, agar dalam masa-masa seperti ini elektronifikasi, pembayaran non-tunai itu bisa dijadikan media untuk transaksi pembayaran termasuk mengumumkan untuk kliring retail melalui sistem kliring nasional BI biayanya diturunkan semurah mungkin supaya transaksi pembelian bisa dilakukan.

“Untuk penyediaan uang tunai kami terus lakukan penyediaan uang tunai sesuai kebutuhan masyarakat. Termasuk juga melakukan karantina transfer bank yang kami terima untuk kami karantina kami ganti dengan uang-uang yang baru yang sekaligus itu juga mencegah penyebaran Covid-19 ini,” pungkasnya.

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

BRI Salurkan Rp2,4 Juta Bantuan Produktif Usaha Mikro

BI Ungkap Rahasia UMKM Lokal Tembus Pasar Global

ASPEK.ID, JAKARTA - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Thomas A.M. Djiwandono, mengingatkan para wirausahawan muda untuk tetap mempertahankan karakter budaya...

BI Aceh Sediakan Rp4 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran, Ini Jadwal dan Lokasinya

Uang Beredar RI Tembus Rp10.371 Triliun pada Juli 2026, Tumbuh 8,3%

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) di Indonesia terus meningkat pada Juli...

Capital Inflow Indonesia Rp4,37 Triliun, Kepercayaan Global Meningkat

BI Tetapkan Satu Himbara Jadi Kliring Bank dari China, Ada Permintaan Rp713 Triliun

ASPEK.ID, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mendorong salah satu bank milik negara yang tergabung dalam Himbara untuk ditetapkan sebagai Renminbi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In