ASPEK.ID, JAKARTA – Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono menjelaskan penanganan Pandemi virus Covid-19 yang ditangani di Rumah Sakit Darurat khusus pasien yang terjangkit Corona (Covid-19) bertempat di Kantor Graha BNPB, Jln. Pramuka No. 38 Jakarta Timur, Kamis (26/3/2020).
Mayjen Eko Margiyono menjelaskan alasan pendirian rumah sakit darurat Corona Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut, disiapkan untuk menampung pasien jika penyebaran virus Corona ini terus bertambah hingga mencapai ribuan pasien.
Selain itu, ia juga menyampaikan hasil simulasi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DKI Jakarta. Eko mengatakan skenario terburuk kasus positif Corona bisa mencapai 8.000 orang.
“Dari hasil simulasi Forkompimda DKI karena daerah Jakarta paling banyak terpapar virus ini skenario terburuk adalah bisa mencapai 6.000 sampai 8.000 orang positif,” ujar dia.
Pada kesempatan itu Pangdam menyampaikan bahwa pengelolaan RS Darurat Corona Wisma Atlet berada di bawah kendali Satgas Kesehatan pimpinan Brigjen TNI Agung Hermawanto dan dibantu oleh personel kesehatan dari TNI/Polri yang tergabung dalam Kogasgabpad (Komando Tugas Gabungan Terpadu).
“Update pasien rawat inap pada hari Rabu tanggal 25 Maret 2020 Pukul 20.00 berjumlah 187 orang dan pagi ini sudah 208 orang”, kata Pangdam.
Lebih lanjut Pangdam Jaya menjelaskan bahwa, “Rumah Sakit ini semula didirikan khusus penderita yang berasal dari Jabodetabek saja, namun ada pasien yang datang dari Surabaya dan Semarang kita terima juga”, ungkapnya.
Disamping itu Pangdam juga berpesan supaya masyarakat selalu menjaga kebersihan dan kesehatan dengan rutin mencuci tangan, hindari kontak secara langsung dan tidak melakukan kegiatan yang melibatkan massa.
“Sosial Distancing agar benar-benar diterapkan dan apabila mengalami gejala segera periksa diri serta melakukan isolasi mandiri”, pesan Pangdam.























