ASPEK.ID – Salah satu masakapai terbesar di Eropa, British Airways (BA) mengumumkan akan menangguhkan sekitar 36 ribu pekerjanya akibat pandemi Covid-19.
Pegawai yang ditangguhkan oleh maskapai yang berkedudukan di Inggris itu sebagaimana dilansir dari The Guardian adalahstaf, awak kabin, staf darat, insinyur hingga karyawan kantor pusat.
Hingga saat ini, British Airways dilaporkan terus melakukan negosiasi dengan serikat pekerja dan kedua belah pihak hingga kini juga menyatakan telah mendapat kesepakatan luas dan ada beberapa hal yang perlu dirincikan.
“Pembicaraan antara kedua belah pihak saat ini masih berlanjut,” kata seorang juru bicara British Airways, Kamis (2/4).
Dilaporkan juga, sekitar 80 persen dari karyawan akan ditempatkan sebagai karyawan cuti namun di bandara Gatwick dan London, semua staf mulai ditangguhkan ketika maskapai sudah berhenti melayani penerbangan dari dan ke dua bandara tersebut hingga pandemi usai.
Berdasarkan informasi, pegawai
yang terdampak akan menerima sebagian upah dari skema retensi pekerjaan. Jumlah
tersebut mencakup 80 persen gaji yang dibatasi dengan jumlah maksimal 2.500
Poundsterling sebulan.
British Airways adalah salah satu maskapai penerbangan terbesar di Britania
Raya dan di dunia dengan penerbangan trans-Atlantik dari Eropa dibandingkan
dengan maskapai lain.
Pusat operasinya berada di Bandara London Heathrow dan Gatwick, London serta beberapa pusat yang lebih kecil seperti di Bandara Internasional Manchester, Manchester dan Bandara Internasional Birmingham.
Sementara itu salah satu maskapai raksasa asal Inggris lainnya, Flybe, telah memberhentikan sebanyak 2.000 karyawannya pada awal Maret sebagai langkah penyelamatan karena terdampak virus Corona atau Covid-19.
Flybe adalah maskapai terbesar kedua yang bangkrut selama enam bulan terakhir ini setelah Thomas Cook dan Monarch yang juga bangkrut pada September 2019 lalu.
Sebelumnya Flybe sudah mengalami permasalahan dalam kenaikan harga bahan bakar. Flybe telah berjuang untuk menyeimbangkan pembukuan keuangannya dan sudah melaporkan kerugian sekitar 20 juta euro.
Flybe merupakan sebuah maskapai penerbangan Inggris yang berbasis di Bandar Udara Exeter, Inggris. Maskapai ini merupakan maskapai regional independen terbesar di Eropa yang beroperasi di 99 rute menuju 40 bandar udara.
Basis utamanya adalah Bandar Udara Internasional Exeter, tetapi yang terbesar adalah Bandar Udara Internasional Southampton. Basis yang lebih jauh juga terletak di Kepulauan Channel dan Pulau Man.























