• Latest
  • Trending
10 Negara Kasus Covid-19 Terbanyak

1,5 Juta Obat Corona Didistribusikan Pekan Depan

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

DPR: Apresiasi Kepemimpinan Kapolri Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Ketamin

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Tiga Alarm yang Menguji Keseriusan Negara

10 Relawan Gugur saat Padamkan Karhutla

Jimly Asshiddiqie: Alex Noerdin Bukan Orang Jahat

Eks Ketua MK: Polemik Ijazah Gibran Hanya Habis Waktu dan Energi, Publik Harus Rasional

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Oktober 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

1,5 Juta Obat Corona Didistribusikan Pekan Depan

by Zamzami Ali
Mei 2, 2020
in NEWS, TEKNOLOGI
10 Negara Kasus Covid-19 Terbanyak

[Ilustrasi/HO]

ASPEK.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) meresmikan Remdesivir sebagai obat virus Corona atau Covid-19. Gilead, selaku produsen Remdesivir langsung menyiapkan 1,5 juta vial.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan bahwa produksi baru tersebut akan mulai didistribusikan pekan depan.

“1,5 juta vial akan mulai didistribusikan ke rumah sakit pada hari Senin pekan depan,” ujar Pence sebagaimana dikutip dari Reuters via Tempo, Sabtu (2/5).

BacaJuga

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Polda Metro Jaya Panggil Dandhy Terkait Kasus Film Pesta Babi

Sebelumnya, Remdesivir menunjukkan hasil positif ketika digunakan kepada pasien-pasien virus Corona.

Meski bukan vaksin dan tidak menyembuhkan secara total, Remdesivir meringankan gejala Corona dan membantu pasein pulih lebih cepat. Selain itu, Remdesivir semakin ampuh apabila digunakan saat gejala Corona di pasien belum parah.

Positifnya efek Remdesivir mendorong pemerintah Amerika untuk melakukan uji coba lebih lanjut terhadapnya. Hasilnya konsisten dengan temuan awal sehingga FDA memutuskan Remdesivir bisa segera didistribusikan dan digunakan untuk pengobatan pasien virus Corona.

Pence melanjutkan bahwa distribusi Remdesivir akan melibatkan Gilead. Keduanya akan berkoordinasi untuk menentukan rumah sakit mana saja yang bisa memperoleh donasi Remdesivir terlebih dahulu.

Pihak Gilead menyatakan, rumah sakit dengan ICU dan membutuhkan pertolongan ekstra akan menjadi prioritas utama. Adapun 1,5 juta vial Remdesivir diprediksi cukup untuk membantu 140 ribu pasien.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui kapan Remdesivir akan diproduksi dan didistribusikan untuk negara lain. Ketika Remdesivir masih dalam tahap uji coba, 181 rumah sakit di seluruh dunia terlibat di dalamnya.

Remdesivir sempat dinyatakan WHO tidak efektif untuk pengobatan Covid-19. Obat anti-viral yang awalnya ditujukan untuk pasien Ebola tersebut, menurut WHO, gagal menunjukkan perubahan signifikan ketika diujicobakan ke pasien.

Remdesivir sendiri diklaim berfungsi untuk mematikan mekanisme memperbanyak diri sebuah virus yang bisa mengancam imunitas inangnya. Gilead menyebut uji coba yang diawasi oleh WHO saat itu tidak konklusif karena uji coba diberhentikan di tengah jalan.

Komentar
Share20Tweet12SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Pendiri Pasar Muamalah Dinar-Dirham Jadi Tersangka

Bareskrim Ungkap 33 Kasus Penimbunan dan Penaikan Obat COVID-19

ASPEK.ID, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Hukum (Gakkum) Bareskrim Porli menyelidiki 454 tindak pidana ekonomi khusus periode 16 Juli-1...

Puan Maharani: Tindak Tegas Mafia Obat Penanganan Covid-19 Tanpa Pandang Bulu

ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mengutuk praktik mafia obat, terlebih untuk obat terapi Covid-19. Dia...

Erick Thohir: Jangan Timbun Obat di Tengah Pandemi COVID-19

ASPEK.ID, JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir memperingatkan jangan ada penimbunan obat-obatan, vitamin, oksigen, dan alat-alat kesehatan, selama masa pandemi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In