ASPEK.ID, JAKARTA – Harga emas dunia terus melejit dan kembali menembus rekor tertinggi sekaligus menjadi rekor terbarunya pada hari ini, Rabu (5/8).
Berdasarkan data Bloomberg pagi tadi, harga emas spot terpantau menguat sebesar 0,17 persen atau 3,37 poin di posisi US$ 2.022,58 per troy ounce.
Sementara itu, harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2020 menguat 1,18 persen atau 23,80 poin ke level US$ 2.044,80 per troy ounce.
Harga emas Antam juga menyentuh level baru di dalam negeri. Harga emas 24 karat ukuran 1 gram dibanderol Rp 1.048.000, atau naik Rp 19.000 dari kemarin.
Senada dengan kenaikan harga emas, laju pergerakan saham 6 emiten pertambangan emas di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) juga melejit dan kompak menghijau hingga awal sesi kedua perdagangan.
Data Bloomberg sebagaimana dilansir dari laman Bisnis mencatat bahwa saham PT J Resource Asia Pasifik sebagai saham dengan kenaikan saham tertinggi sebesar 9,16 persen ke 286 hingga pukul 13.50 WIB.
Sementara laju saham lima emiten tambang emas lainnya yang juga menguat adalah:
– PT Merdeka Copper & Gold Tbk (MDKA) naik 6,35 persen ke level 1.925
– PT Wilton Makmur Indonesia Tbk. (SQMI) naik 6,25 persen ke level 204
– PT United Tractors Tbk (UNTR) naik 6,11 persen ke level 21.700
– PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) naik 4,26 persen ke level 735
– PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) naik 3,48 persen ke level 238.
Sementara indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau masih berada di zona hijau dengan penguatan 0,81 persen dari posisi penutupan kemarin. IHSG masih bertengger di level 5.115,540 hingga pukul 13.55 WIB.
Indeks tetap berada di jalur hijau kendati di akhir sesi pertama, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi minus 5,32 persen di kuartal II/2020.
























