ASPEK.ID, JAKARTA – Untuk menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks yang marak diakses oleh pengguna di media sosial, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Penyebaran berita bohong di dunia maya sangat cepat karena media sosial saat ini telah menjadi rutinitas kehidupan masyarakat.
Sebelumnya Menhub Budi Karya Sumadi melakukan dialog secara virtual dengan Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari, Senin (10/8).
“Di masa pandemi, khususnya media mainstream suatu mitra sangat strategis bagi Kemenhub. Informasi oleh anggota PWI memberikan sosialisasi dan edukasi publik untuk sektor transportasi,” kata Budi Karya Sumadi dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (11/8).
Pemberitaan soal kegiatan transportasi menjadi bahan pembahasan mengingat transportasi dinikmati atau digunakan masyarakat umum. Karenanya kebutuhan menginformasikan tentang kegiatan transportasi itu menjadi penting.
“Kita melihat bahwa proses edukasi ini juga dibutuhkan sekarang,” ujar Budi Karya yang menjabat Menhub dua periode ini.
Karena itu, sebutnya, banyak tugas-tugas harus dilakukan PWI dan Kemenhub untuk memberikan edukasi kepada masyarakat pada masa adaptasi baru berkaitan dengan Covid-19.
“Presiden Jokowi berulang-ulang menyampaikan di satu sisi kita tidak pernah meninggalkan atau kita sangat konsen dengan Covid-19 dengan protokol kesehatan,” katanya.
Melihat perkembangan konten media sosial saat ini cenderung memanfaatkan untuk tujuan tertentu yang tidak benar, maka kehadiran media mainstream dinilai sebagai penyeimbang.
“Kami sangat membutuhkan dukungan rekan-rekan PWI, agar media sosial yang punya kecenderungan menyampaikan berita bohong itu dapat dilawan dan kalau bisa dapat ditiadakan,” pinta Budi Karya.
Sementara itu Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari menyambut baik ajakan Kemenhub dalam mengatasi maraknya pemberitaan bohong di media sosial di tengah pandemi.
PWI juga bersyukur Menhub Budi Karya Sumadi sudah kembali sehat setelah sebelummya sempat dirawat usai dinyatakan positif Covid-19.
“Sinergi hubungan baik dapat tetap dijaga dengan Kementerian Perhubungan selama ini,” ujar Atal S Depari.
























