• Latest
  • Trending

Krakatau Steel Antisipasi Serbuan Baja China & Vietnam

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Warga Jakarta Rasakan Gempa

Purbaya Sebut BUMN Ekspor Bisa Tambah Pendapatan Negara hingga 2 Kali Lipat

Purbaya Beberkan Jurus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027

Gelombang Panas Mematikan di Spanyol Tewaskan 5 Ribu Orang dalam 3 Bulan

Gelombang Panas Mematikan di Spanyol Tewaskan 5 Ribu Orang dalam 3 Bulan

RI Impor 92,7 Ribu Ton Sapi Hidup dari Australia, Nilainya Rp 5,85 Triliun

RI Impor 92,7 Ribu Ton Sapi Hidup dari Australia, Nilainya Rp 5,85 Triliun

Anak Kim Jong Un Ditunjuk Jadi ‘Putri Mahkota’ Korut

Anak Kim Jong Un Ditunjuk Jadi ‘Putri Mahkota’ Korut

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

IHSG Ditutup Menguat 1,14%, Nyaris Tembus Level 6.600

Lima Hari di Rumah, Yaqut Kembali Ditahan di Gedung Merah Putih

KPK Siapkan 303 Saksi untuk Buktikan Yaqut Cholil Bersalah

Muhadjir Effendy Bersaksi di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

Muhadjir Effendy Bersaksi di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Kalteng Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla hingga 29 September 2026

Kehalalan Produk Masih Ditetapkan MUI

Wajib Halal Berlaku Oktober 2026

DPR-Pemerintah Sinkronkan Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatera

Dasco Ungkap Modus 8 WNI Dijadikan Tentara Rusia

Pukat UGM Kritis RUU Perampasan Aset

Pengesahan RUU Perampasan Aset Titik Balik Kepercayaan Publik

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Rabu, September 2, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Krakatau Steel Antisipasi Serbuan Baja China & Vietnam

by Aspek
September 5, 2019
in BUMN

ASPEK.ID, JAKARTA – Meningkatnya produksi baja dari sejumlah negara seperti China dan Vietnam berpotensi meningkatkan arus impor produk tersebut. Sejumlah langkah pun telah disiapkan para produsen bajal lokal guna mengantisipasi lonjakan arus produk baja dari negara-negara itu.

Ketua The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA) Silmy Karim mengatakan bahwa situasi itu berpotensi meningkatkan impor produk baja dari kedua negara itu. Vietnam dinilai menjadi ancaman lantaran produksinya melampaui kebutuhan di dalam negerinya.

“Misalnya, baja untuk atap, baja lapis itu, Vietnam lagi merajalela,” ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk, Silmy Karim dilansir laman Bisnis, Rabu (4/9/2019).

BacaJuga

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Kompak Naik

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Negara Hemat Rp50 Triliun

Laba Bersih Jasa Marga Tembus Rp 1,9 Triliun di Semester I 2026

5 BUMN dengan Karyawan Terbanyak

WIKA Beton Pamer Rumah Tahan Gempa di Danantara Housing Expo 2026.

Pelindo Marine Ajak Anak Kenjeran Belajar Lingkungan dan Kapal Tunda

Silmy menilai produsen baja dalam negeri berada dalam posisi sulit menghadapi serbuan impor tersebut. Pelaku usaha lokal mesti bersiap untuk menghadapinya. Salah satunya dengan melakukan efisiensi dan meningkatkan produktivitas.

“Efisiensi ini kan berkonsekuensi kepada berbagai macam hal. Tetapi ini sesuatu yang kami tidak bisa hindari,” kata Silmy.

Di samping itu, dia mengatakan produsen lokal juga akan mengembangkan manajemen distribusi yang lebih baik. Langkah itu akan dibarengi dengan upaya pelaku usaha untuk menjaga konsumen yang sudah ada.

Mengacu pada data Asosiasi Baja Dunia (World Steel Association), produksi baja China pada periode Januari – Juli 2019 mencapai 577,06 juta ton. Realisasi itu meningkat 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pada Januari – Juli 2018, produksi baja Negeri Tirai Bambu itu meningkat 6,3% (yoy) menjadi 529,35 juta ton.

Sepanjang tahun lalu, China menghasilkan 928,26 juta ton baja dan menempatkannya sebagai pemuncak daftar produsen baja dunia. Sementara itu, data yang sama menunjukkan produk baja Vietnam meningkat 59,97% (yoy) menjadi 12,05 juta ton pada Januari –  Juli 2019. Pada periode yang sama tahun lalu, produk baja negara ini tecatat sebesar 7,69 juta ton atau bertumbuh 29,5% (yoy).

Komentar
Share20Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Dirut Krakatau Steel Purwono Widodo Wafat

Dirut Krakatau Steel Purwono Widodo Wafat

Jakarta -  Dirut  PT Krakatau Steel Purwono Widodo meninggal dunia di RS Medistra, Jakarta pada hari ini, Rabu (2/10/2024). Kabar...

Kurangi Rugi, Krakatau Steel  Bidik Bisnis di IKN

PT Krakatau Steel Tbk. (KRAS) akan menerapkan sejumlah strategi untuk melakukan penyehatan keuangan pada 2024, salah satunya membidik potensi proyek...

Krakatau Steel IPO Anak Perusahaan

Krakatau Steel IPO Anak Perusahaan

Emiten BUMN, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mematangkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/ IPO) anak usahanya,...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In