ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan akan memulai pelelangan dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur Tahun Anggaran 2021.
“Pelelangan dini dimulai pada Oktober 2020 dengan jumlah paket yang dilelang 501 paket senilai Rp 3,14 triliun,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).
Basuki mengatakan, lelang dini dapat meningkatkan kualitas pembelanjaan anggaran pembangunan infrastruktur karena pekerjaan dapat dimulai lebih awal.
Kualitas konstruksi akan selalu menjadi perhatian utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat dalam membelanjakan uang negara melalui berbagai proyek pembangunan infrastruktur.
“Kontraktor/penyedia jasa yang berkualitas dengan sendirinya akan banyak dicari oleh pengguna jasa,” ujar dia.
Kementerian PUPR menyebutkan, rencana pelaksanaan tender yang terekam dalam sistem e-monitoring status 7 Oktober 2020 untuk infrastruktur bidang sumber daya air sebanyak 321 paket senilai Rp 1,9 triliun dan infrastruktur konektivitas 50 paket senilai Rp 156,5 miliar.
Selanjutnya infrastruktur permukiman 45 paket senilai Rp 566,6 miliar, dan Perumahan 85 paket senilai Rp 512 miliar. Kontrak paket pekerjaan tersebut berasal dari seluruh unit organisasi Kementerian PUPR yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.
























