ASPEK.ID, JAKARTA – Indonesia masih impor gantungan pakaian. Padahal, gantungan pakaian bukan merupakan produk sains yang tidak bisa dibuat Indonesia.
“Anda bisa bayangkan gantungan baju kita masih impor. Itu kan bukan rocket sains. Kenapa enggak bisa (buat sendiri),” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan Jakarta, Jumat (23/10/2020).
Luhut pun langsung menegur Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) yang masih mengimpor barang-barang sejenis.
Sebab anggaran Rp 200 triliun dibelanjakan barang impor yang seharusnya bisa dibeli dari produsen lokal.
“Jadi kita punya dana Rp 200 triliun buat pembelanjaan seperti ini. Banyak oleh KL (kementerian/lembaga) ini impor saja, tidak menggunakan produk dalam negeri,” kata Luhut sebagaimana dilansir dari laman Merdeka.
Untuk itu di masa pandemi Covid-19 ini Luhut ingin melakukan reformasi. Tujuannya agar Indonesia lebih efisien dan bisa menciptakan 2,9 juta lapangan pekerjaan setiap tahunnya.
“Jadi kesempatan ini kita lakukan semua, kita lakukan reformasi untuk membuat Indonesia lebih efisien,” pungkas Luhut.
























