Presiden Donald Trump mengklaim kemenangan atas saingan Demokrat Joe Biden pada hari Rabu dengan jutaan suara masih belum dihitung dalam pemilihan Gedung Putih yang tidak akan diputuskan sampai semua negara menyelesaikan penghitungan suara.
Tak lama setelah Biden mengatakan dia yakin akan memenangkan kontes setelah suara dihitung, Trump muncul di Gedung Putih untuk menyatakan kemenangan dan mengatakan pengacaranya akan membawa kasusnya ke Mahkamah Agung AS, tanpa menentukan apa yang akan mereka klaim.
“Kami bersiap-siap untuk memenangkan pemilu ini. Terus terang, kami memang memenangkan pemilihan ini, “kata Trump.
“Ini adalah penipuan besar bagi bangsa kita. Kami ingin hukum digunakan dengan cara yang tepat. Jadi kami akan pergi ke Mahkamah Agung AS. Kami ingin semua pemungutan suara dihentikan. ” kata Trump seperti dikutip dari Reuters.
Pemungutan suara telah ditutup dan pemungutan suara telah dihentikan di seluruh negeri, tetapi undang-undang pemilu di negara bagian AS mengharuskan semua suara dihitung, dan banyak negara bagian secara rutin membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan penghitungan surat suara resmi.
Lebih banyak suara yang dihitung tahun ini daripada di masa lalu karena orang-orang memberikan suara lebih awal melalui surat dan secara langsung karena pandemi virus corona.
Sebelumnya diberitakan, Data dari Edison Research for the National Election Pool, Biden terhitung telah mengumpulkan 224 suara elektoral. Sementara itu, inkumben Donald Trump, tercatat mengumpulkan 213 suara elektoral.
Apabila mengacu pada peta sebaran dukung, Joe Biden sudah bisa dinyatakan mengamankan suara elektoral di 16 negara bagian. Salah satu yang terbesar adalah California yang memiliki 55 suara elektoral. Contoh lainnya adalah Washington (12 suara), Arizona (11 suara) dan Illinois (20 suara).
Walau begitu, posisi Biden belum sepenuhnya aman. Di beberapa negara bagian, proses penghitungan suara masih jauh dari usai sehingga posisi masih mungkin berbalik.
























