ASPEK. ID, JAKARTA – Kementerian PUPR melalui Badan Pengembangan Infrastruktur dan Wilayah (BPIW) terus berupaya meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan infrastruktur dalam rangka pengembangan infrastruktur wilayah dengan memanfaatkan berbagai data dan informasi, khususnya data dan informasi geologi.
“Dalam mewujudkan infrastruktur tangguh bencana sejak penyusunan perencanaan dibutuhkan berbagai kajian mendalam, termasuk analisa daya dukung lingkungan, yang salah satunya bersumber dari data dan informasi geologi,” kata Kepala BPIW Hadi Sucahyono dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (22/11/2020).
Hadi menyatakan keahlian geologi khususnya Geologi Teknik dapat memberikan gambaran kondisi permukaan dan bawah permukaan, yaitu melalui penyajian data dan informasi morfologi dan kemiringan lereng, jenis batuan, daya dukung tanah, jarak terhadap sesar.
“Termasuk, kegempaan, mikrozonasi, potensi likuifaksi, potensi longsor, potensi tsunami, potensi banjir, sumberdaya air tanah, serta jarak dari aliran sungai,” katanya.
Kementerian PUPR konsentrasi dalam penataan lingkungan kawasan bencana, pemeliharaan Daerah Aliran Sungai (DAS), infrastruktur mitigasi, simulasi tanggap bencana, inovasi teknologi ramah bencana.
“Kemudian, pengembangan sistem informasi, monitoring evaluasi ancaman bencana, penyediaan sistem peringatan dini, peningkatan respon terhadap bencana,” kata Hadi.
























