ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi mengumumkan serta melantik jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024 di Istana Kepresidenan pada Rabu (23/10/2019) lalu.
Berdasarkan catatan Aspek.id, saat maju di Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019 lalu, Jokowi-Ma’ruf bertarung dengan dukungan dari 7 partai politik yakni, PDI-P, NasDem, PPP, PKB, Hanura, Golkar dan PKPI.
Sedangkan rivalnya, pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno disokong oleh empat kekuatan, yakni Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat.
Usai Pilpres yang hasil akhirnya dimenangi Jokowi-Ma’ruf, tentu tak dapat dipungkiri bahwa jabatan atau posisi di pemerintahan merupakan salah satu hal yang paling penting ‘diberikan’ untuk partai pendukung.
Porsi Awal Kabinet
Dari 34 nama menteri di kabinet, hampir separuhnya berasal dari partai politik. Tentu saja, menteri tersebut berasal dari para pengusung Jokowi-KH Ma’ruf Amin, di luar mereka yang berasal dari kalangan professional.
PDIP mengirimkan 4 nama. Ada Tjahjo Kumolo (Menteri PAN-RB), Yasonna Laoly (Menteri Hukum dan HAM), Juliari Batubara (Menteri Sosial), dan Gusti Ayu Bintang Darmavati (Menteri PPPA).
Golkar mengirimkan 3 nama yaitu Airlangga Hartanto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian), Agus Gumiwang Kartasasmita (Menteri Perindustrian) dan Zainuddin Amali (Menteri Pemuda dan Olahraga).
Kemudian PKB mengutus 3 nama yaitu Ida Fauziah (Menteri Ketenagakerjaan), Abdul Halim Iskandar (Menteri Desa PDTT) dan Agus Suparmanto (Menteri Perdagangan).
NasDem juga mengutus 3 nama yakni Syahrul Yasin Limpo (Menteri Pertanian), Siti Nurbaya (Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan Johnny G. Plate (Menteri Komunikasi dan Informatika) serta PPP diwakili 1 nama yakni Suharso Monoarfa (Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas).
Di luar parpol pengusung, Prabowo Subianto (Menteri Pertahanan) dan Edhy Prabowo (Menteri Kelautan dan Perikanan) yang berada di ‘kubu lawan’ dari Partai Gerindra melengkapi daftar 16 menteri yang berasal dari parpol (47 persen) sedangkan 18 kursi menteri lainnya diisi oleh kalangan profesional (53 persen).
Reshuffle
Setelah berjalan setahun lebih, jajaran kabinet akhirnya mengalami reshuffle atau perombakan pada Rabu (23/12) lalu. Perombakan menyasar sejumlah kursi penting di kabinet.
Reshuffle dilakukan Presiden Jokowi setelah dua kursi menteri baru saja kosong. menyusul penangkapan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan Menteri Sosial Juliari Batubara.
Dari 6 nama yang ditunjuk, 4 diantaranya merupakan kader dari parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf. Mereka adalah Tri Rismaharini (PDIP), Sandiaga Uno (Gerindra), Yaqut Cholil Qoumas (PKB) dan Muhammad Lutfi (PKB).
Sedangkan dua nama lainnya, Budi Gunadi Sadikin dan Sakti Wahyu Trenggono berasal dari kalangan professional (non prapol).
Edhy yang berasal dari Partai Gerindra, diganti oleh Sakti Wahyu Trenggono, pengusaha sukses yang dikenal dengan bisnis menara telekomunikasi. Dia sebelumnya menjabat Wakil Menteri Pertahanan.
Namun, Gerindra tetap mendapat ‘jatah’ lagi dengan masuknya Sandiaga Uno yang menggantikan Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sandi merupakan pasangan Prabowo di Pilpres 2019.
Senada, PDI-P juga mengalami nasib serupa. Meski kadernya, Juliari Batubara ditangkap KPK, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini tetap mendapat ‘jatah’ usai berhasil mengirimkan lagi kadernya, Tri Rismaharini untuk mengisi kursi Menteri Sosial yang ditinggalkan Juliari.
Nasib yang sedikit lebih baik dialami oleh PKB karena berhasil menambah lagi utusan mereka ke kabinet. Menteri Perdagangan sebelumnya, Agus Suparmanto digantikan oleh Muhammad Lutfi yang sama-sama kader PKB.
Yaqut Cholil Qoumas menambah daftar ‘jatah’ PKB di kabinet. Gus Yaqut, sapaan akrabnya itu menggantikan posisi Fachrul Razi. Gus Yaqut yang juga Ketua GP Ansor itu merupakan anggota DPR RI dari Fraksi PKB. Dia putra dari KH Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri PKB dan saudara dari Yahya Staquf, tokoh NU.
Dengan demikian, berikut ini adalah komposisi susunan Kabinet Indonesia Maju yang baru:
Profesional
1. Menko Polhukam: Mahfud MD
2. Menko Kemaritiman dan Investasi: Luhut B Pandjaitan
3. Menko PMK: Muhadjir Effendy
4. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
5. Menteri Dalam Negeri: Jenderal (Purn) Tito Karnavian
6. Menteri Luar Negeri: Retno LP Marsudi
7. Menteri Keuangan: Sri Mulyani
8. Menteri ESDM: Arifin Tasrif
9. Menteri perhubungan: Budi Karya Sumadi
10. Menteri PUPR: Basuki Hadimuljono
11. Menteri Kesehatan: Budi Gunadi Sadikin
12. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan: Nadiem Makarim
13. Menristek dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional: Bambang Brodjonegoro
14. Menteri Kelautan dan Perikanan: Sakti Wahyu Trenggono
15. Menkop UKM: Teten Masduki
16. Menteri ATR/Kepala BPN: Sofyan Djalil
17. Menteri BUMN: Erick Thohir
Partai Politik
1. PDIP
– Menteri Hukum dan HAM: Yasonna Laoly
– MenPAN-RB: Tjahjo Kumolo
– Menteri PPPA: Gusti Ayu Bintang Darmavati
– Menteri Sosial: Tri Rismaharini
2. NasDem
– Menteri Pertanian: Syahrul Yasin Limpo
– Menteri KLHK: Siti Nurbaya Bakar
– Menteri Komunikasi dan Informatika: Johnny G Plate
3. Golkar
– Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
– Menteri Perindustrian: Agus Gumiwang Kartasasmita
– Menteri Pemuda dan Olahraga: Zainudin Amali
4. PKB
– Menteri Ketenagakerjaan: Ida Fauziyah
– Menteri Desa PDTT: Abdul Halim Iskandar
– Menteri Agama: Yaqut Cholil Qoumas
– Menteri Perdagangan: Muhammad Lutfi
5. Gerindra
– Menteri Pertahanan: Prabowo Subianto
– Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Sandiaga Uno.
6. PPP
– Menteri PPN/Kepala Bappenas: Suharso Monoarfa
























