ASPEK.ID. JAKARTA – Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2021 berada di zona positif. Hal ini dilihat dari peningkatan laju pertumbuhan ekonomi tahun depan yang didorong oleh permintaan domestik.
Josua memperkirakan pada 2021 pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 3% sampai dengan 4%.
“Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2021 diperkirakan akan berada di kisaran 3-4%, meningkat dibanding tahun ini, yang diproyeksikan terkontraksi di kisaran -2% hingga -1%,” jelas Josua dikuti dari Kontan, Senin (28/12/2020).
Josua, menyatakan peningkatan permintaan domestik tersebut dimulai membaiknya aktivitas perekonomian dengan adanya vaksinasi yang akan dimulai awal tahun depan.
Selain itu, didukung juga oleh akselerasi belanja pemerintah secara khusus untuk program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Josua menjelaskan PEN yang dilanjutkan pada 2021 diproyeksikan akan mendukung pemulihan investasi, seiring dengan sifatnya yang memberikan stimulus untuk sisi permintaan maupun penawaran.
“Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi, maka diperkirakan akan terjadi kenaikan impor untuk bahan baku serta barang modal. Indikasi ini sudah mulai terlihat dari kuartal IV-2020, di mana sudah mulai terjadi peningkatan impor bulanan untuk bahan baku dan barang modal,” jelasnya.
Dia memperkirakan nilai tukar rupiah cenderung stabil di Rp 14.000-iRp 14.500 per dollar AS sepanjang 2021.
Selain itu Josua bilang stabilitas nilai tukar rupiah juga didukung oleh potensi aliran modal asing, baik di pasar saham maupun pasar obligasi. Sehingga aliran modal masuk asing akan berkaitan dengan semakin rendahnya volatilitas pasar global.











