ASPEK.ID, JAKARTA – TNI mengerahkan ribuan prajurit beserta puluhan alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Memasuki hari kesembilan penanganan bencana, Senin (24/8/2026), sebanyak 8.012 personel TNI diterjunkan ke wilayah terdampak untuk membantu proses evakuasi, distribusi logistik, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Dalam keterangan Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dukungan operasi kemanusiaan itu diperkuat dengan 27 alutsista yang terdiri atas 21 pesawat TNI, lima Kapal Republik Indonesia (KRI), dan satu Kapal ADRI.
Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, pengiriman bantuan, serta berbagai kebutuhan penanganan bencana di lokasi terdampak.
Puspen TNI menyebut distribusi bantuan terus dilakukan melalui jalur laut dan udara. Pada Senin (24/8), TNI mengirim 159,22 ton bantuan menggunakan KRI, sementara 37,399 ton bantuan disalurkan melalui pesawat TNI Angkatan Udara.
Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI kepada masyarakat terdampak hingga hari kesembilan mencapai 803,824 ton.
TNI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta instansi terkait lainnya agar proses penanganan bencana dan distribusi bantuan berjalan optimal.
Sehari sebelumnya, Minggu (23/8) malam, Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, untuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta percepatan penanggulangan pascagempa NTT.
Rapat tersebut dihadiri Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta tiga kepala staf angkatan.
Sekretaris Kabinet Letkol TNI Teddy Indra Wijaya mengatakan Presiden memberikan perhatian khusus terhadap distribusi bantuan ke wilayah terdampak, terutama melalui jalur udara.
“Presiden membahas tindak lanjut dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke Kalimantan dan NTT, khususnya bantuan yang dikirim melalui penerbangan udara,” kata Teddy dalam keterangan yang diunggah melalui akun Sekretariat Kabinet. []
















