• Latest
  • Trending

Uang Pemda Rp218 T Mengendap di Bank

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 di Tengah Tren Pelemahan

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Defisit APBN Rp240 Triliun Sampai Agustus 2026

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

Politikus PAN Bebizie Serahkan Rp 895 Juta ke KPK

Derli dan Sultanul Jadi Andalan Indonesia di Asian Games 2026

Derli dan Sultanul Jadi Andalan Indonesia di Asian Games 2026

Alasan Investor Global Lirik RI

Indonesia Bidik Investasi AI dan Pasar UMKM di Nanning CAEXPO 2026

KPK Beri Sinyal Periksa Konglomerat  Haji Isam

Haji Isam Sepakat Beli 30% Saham BYAN dari Low Tuck Kwong

Pemerintah Kaji Angkat PPPK Damkar hingga Satpol PP Jadi PNS

Pemerintah Kaji Angkat PPPK Damkar hingga Satpol PP Jadi PNS

Waskita Karya: LRT Jakarta Aman Beroperasi

Alasan Helikopter Tak Dikerahkan Cari 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Resmi Dihentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

Gibran Bertemu Wakil PM Malaysia, Bahas Perlindungan PMI

Gibran Bertemu Wakil PM Malaysia, Bahas Perlindungan PMI

19 Kelompok Perhutanan Sosial di Aceh Dapat Pendampingan dan Akses Pembiayaan

19 Kelompok Perhutanan Sosial di Aceh Dapat Pendampingan dan Akses Pembiayaan

Curi Barang Bukti Emas 1,9 Kg, Pegawai KPK Dipecat

KPK Bawa 3 Koper Usai 6 Jam Geledah Kantor Kementerian ATR/BPN

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, September 18, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Uang Pemda Rp218 T Mengendap di Bank

by Aspek
Januari 7, 2021
in BERITA UTAMA, EKONOMI

ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan saat ini masih ada anggaran belanja pemda 2020 yang mengendap di bank sebesar Rp 218,6 triliun.

Dari catatannya, dana disimpan di bank itu berasal dari catatannya November 2020. Nilai itu meningkat dibandingkan dengan posisi Oktober 2020 sebesar Rp 247,5 triliun.

“Pemda masih memiliki dana di perbankan Rp 218,6 triliun. Sebuah angka luar biasa besar. Ini menunjukkan beberapa pemda belum bisa mengeksekusi belanja terutama untuk penanganan Covid-19,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu (6/1/2021).

BacaJuga

Harga Emas Antam Melonjak Rp 25.000 di Tengah Tren Pelemahan

Defisit APBN Rp240 Triliun Sampai Agustus 2026

19 Kelompok Perhutanan Sosial di Aceh Dapat Pendampingan dan Akses Pembiayaan

MBG Sudah Habiskan Rp 139,77 Triliun

Harga Emas Terancam Turun Lagi Usai The Fed Naikkan Suku Bunga

Dolar AS Makin Kuat Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga

Adanya pengendapan uang di pemda yang seharusnya dibelanjakan untuk penanganan Covid-19 membuat penanganan Covid-19 di daerah dinilai tidak berjalan optimal. Hal itu tercermin dari realisasi belanja yang masih sangat rendah.

Sri sebagaimana dilansir dari laman CNBC memerinci anggaran Rp 23,02 triliun untuk kesehatan oleh pemda hanya bisa terealisasi Rp 13,64 triliun (59%) dari pagu.

Kemudian untuk belanja pada sektor jaring pengaman sosial, hanya terealisasi Rp 14,79 triliun atau 66,9% dari pagu anggaran yang sebesar Rp 22,12 triliun.

Kemudian di sektor UMKM, pemda hanya berhasil membelanjakan Rp 2,9 triliun atau baru mencapai 43,2% dari pagu yang dianggarkan sebesar Rp 6,74 triliun.

Pemda mengalami tekanan dari sisi anggarannya karena PAD menurun. Hal itu masih diakibatkan tekanan ekonomi karena dampak pandemi Covid-19.

Sri Mulyani pun mengingatkan, serapan belanja daerah seharusnya bisa terserap dengan optimal dan tidak akan membuat daerah kekurangan likuiditas anggaran belanja.

Sebab, pemerintah pusat tetap menggelontorkan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) yang sudah terealisasi mencapai 99,8%.

“Kontribusi dari PAD dalam APBD nya menurun dari 24,5%, jadi hanya 22,06%. Namun pemda tetap bisa mendapatkan TKDD yang teralisir 99,8% dan oleh karena itu belanjanya masih relatif stabil,” ungkapnya.

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

CPNS Buka Lowongan Kerja di 8 Instansi pada Juni

Mendagri: Tiga Solusi Pemda yang Sulit Bayar Gaji PPPK

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah menyiapkan tiga langkah guna menjawab permasalahan kesulitan daerah dalam...

Tak Antikritik, Jokowi Ajak Semua Pihak Fokus Tangani Pandemi

Jokowi Kesal Urus Izin di Pusat & Daerah Makin Ruwet

Jakarta – Jokowi menyatakan kesal pengurusan izin di tingkat pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) belum mengalami kemajuan yang signifikan...

Ditjen Bina Adwil  Gelar Rapat Asistensi  Pemda Pasca Bencana

Ditjen Bina Adwil  Gelar Rapat Asistensi  Pemda Pasca Bencana

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Wiilayah (Bina Adwil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengadakan pertemuan untuk merumuskan model dan pola koordinasi...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In