ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan Holding Bank Syariah Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Senin, 1 Februari 2021.
Bank Syariah Indonesia terbentuk usai dilakukan penggabungan atau merger tiga bank syariah, yang merupakan anak perusahaan dari BUMN Bidang Perbankan.
Ketiganya adalah PT Bank BRI Syariah Tbk (BRIS), PT Bank Syariah Mandiri (BSM), dan PT Bank BNI Syariah.
Menteri BUMN Erick Thohir menyebutkan, hasil merger 3 bank tersebut akan memiliki aset yang mencapai Rp 214,6 triliun, dengan modal inti lebih dari Rp 20,4 triliun.
Lantas, setelah beroperasi, bagaimana layanan dan produk untuk nasabah ketiga bank BUMN Syariah tersebut?
Dalam pengumuman resminya yang dikutip, Selasa (2/2), Bank Mandiri Syariah mengatakan bahwa selama proses integrasi berlangsung tidak ada perubahan operasional dan layanan.
“Kami juga memastikan seluruh produk dan layanan tetap dapat dinikmati secara optimal. Kami juga mohon dukungan dari bapak/ibu yang telah menjadi nasabah setia kami pada momen bersejarah ini untuk melahirkan bank syariah terbesar pertama milik Indonesia yang siap bersaing secara global,” bunyi pernyataan tersebut.
Namun ada beberapa informasi yang perlu diketahui oleh nasabah. Untuk informasi selengkapnya tentang Tahapan Penting, Perubahan Layanan dan Layanan di Masa Transisi, nasabah bisa mengakses informasinya secara langsung di laman https://mandirisyariah.co.id/mip/01.html.
























