ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan agar CEO perusahaan pelat merah harus bisa bersaing dengan CEO perusahaan global.
Pendiri Mahaka Group itu mencontohkan bagaimana ketika dalam industri perbankan mengalami persaingan yang sangat terbuka dan terdapat bank swasta dan asing.
Tetapi, bank-bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri dan BTN) bisa menjadi pemain luar biasa bahkan dua bank Himbara (BRI dan Mandiri) masuk sebagai perusahaan besar di dunia.
Belum lagi penugasan yang sangat signifikan dari pemerintah di mana bantuan kepada UMKM secara keuangan, dengan empat bank Himbara sudah mencakup 60 persen dari total pinjaman UMKM di Indonesia yang tentunya jauh lebih besar daripada bank swasta maupun internasional.
“Sekarang kita sudah eranya benchmarking, CEO BUMN harus bisa bersaing dengan CEO global. Harus ada benchmarking model bisnis,” ujar Erick Thohir dilansir Antara di Jakarta, Rabu (7/4).
Erick juga menambahkan, seperti disampaikan oleh Ketua FHCI Alexandra Askandar, hubungan yang sangat erat antara Kementerian BUMN dan komunitas atau insan BUMN menjadi sesuatu keharusan namun memiliki peta yang jelas dan ekosistem yang dibangun secara baik dan transparan.
Sebelumnya Menteri BUMN Erick Thohir bertemu dengan Vice Chairman State-Owned Asset Supervision and Administration (SASAC) RRC yakni Ren Hongbin untuk mempelajari bagaimana China berhasil mereformasi dan mentransformasi BUMN-nya untuk menjadi lebih efisien.
Serta memberikan kontribusi yang maksimal untuk masyarakat, dan menjadi pemain kelas dunia.
Menurut Erick, BUMN Indonesia dan BUMN China mempunyai misi dan visi yang sama untuk negaranya.
Di samping itu BUMN Indonesia, BUMN China juga memberikan kontribusi ke masyarakat selain membantu peningkatan penerimaan negara.
SASAC sendiri merupakan instansi pemerintah China yang mengelola 97 BUMN China.






















