ASPEK.ID, JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyebut bahwa Presiden Jokowi akan melakukan perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju dalam waktu dekat.
Perombakan atau reshuffle ini menyusul mundurnya Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro, imbas peleburan Kemenristek ke Kemendikbud.
Selain itu juga menyusul persetujuan untuk pembentukan Kementerian Investasi, menggantikan Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM).
“Dari yang saya tau, biasanya Bapak Presiden tidak akan lambat mengambil keputusan. Beliau tidak memiliki ketergantungan dengan siapapun untuk mengambil satu keputusan yang tepat,” kata Ngabalin dalam tayangan Kompas TV, Selasa (13/4).
“Mudah-mudahan kalau tidak ada aral melintang, pekan-pekan ini,” tambah dia.
Sebelumnya, Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dikabarkan sudah berdiskusi mengenai isu reshuffle kabinet Indonesia Maju.
Juru Bicara Wapres Ma’ruf, Masduki Baidlowi pun membenarkan adanya isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju.
“Wapres sudah diajak rembukan oleh presiden,” kata Juru Bicara Wapres Ma’ruf, Masduki Baidlowi dalam video conference, Senin (12/4).
Sementara itu, hasil suvei Indonesia Political Opinion (IPO) yang disampaikan dalam acara diskusi Polemik Trijaya bertajuk ‘Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024’, Sabtu (10/4) lalu, menarik untuk disimak.
Mereka yang diharapkan untuk diganti adalah Menaker Ida Fauziyah: 46%, Menkop dan UKM Teten Masduki: 28%, Mentan Syahrul Yasin Limpo: 27% dan Menteri KKP Wahyu Sakti Trenggono: 30%.
Lalu Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar: 23%, Menteri ESDM Arifin Tasrif: 19%, menkumham Yasonna H Laoly: 54%, Menpan RB Tjahjo Kumolo: 34%, Menkominfo Johnny G Plate: 29%, Menpora Zainudin Amali: 41%, Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati: 15% dan Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar: 12%












