• Latest
  • Trending
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Prabowo-Bahlil Bahas Tambang Martabe hingga Hilirisasi

Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik hingga Desember 2026

Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan, Status Tersangka Gugur

Vonis Ibam di Kasus Korupsi Chromebook Diperberat Jadi 5 Tahun Penjara

Banggar DPR Tolak Pangkas Subsidi BBM

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Kompak Naik

Gunung Sinabung Erupsi, 2.451 Warga Karo Dievakuasi dari Dua Desa

Gunung Sinabung Erupsi, 2.451 Warga Karo Dievakuasi dari Dua Desa

Rumah Hancur Diguncang Gempa, Satu Keluarga di NTT Tinggal di Kandang Babi

Rumah Hancur Diguncang Gempa, Satu Keluarga di NTT Tinggal di Kandang Babi

Gledson Minta Persebaya Tak Main-main Lawan Penang FC: Layaknya Final

Persebaya Bidik Juara Super League 2026/27

RNI Ajak Milenial Jadi Petani Tebu

Ratusan Petani Tebu Berdemo ke Istana Negara

Jokowi Mulai Safari Politik ke Lampung, Kenakan Kemeja dan Topi Berlogo PSI

Jokowi Minta PSI Percepat  Selesaikan Pengurus Hingga ke Desa

Danantara Dipacu Jadi Penggerak Utama Ekonomi Nasional Era Prabowo

Setoran Danantara Rp120 Triliun ke APBN Kurangi Penerbitaan SBN

Panglima Jilah Usul ke Prabowo Warga Dayak Bertato Bisa Daftar TNI-Polri

Menhan: Suku Dayak Bertato dan Pendek Mendapat Privilege Masuk TNI

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Survei Median: Elektabilitas Prabowo 32,4 Persen Unggul di 4 Wilayah

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Jatuhkan 1.277 Sanksi ke Pelaku Pasar Modal, Denda Tembus Rp 327 Miliar

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, September 1, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

by Aspek
September 1, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Poltracking Indonesia menilai harmonisasi kepemimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi kunci penting untuk memulihkan kepercayaan publik di tengah tren penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintah.

BacaJuga

Bahlil Pastikan Harga Pertalite dan Solar tak Naik hingga Desember 2026

Vonis Ibam di Kasus Korupsi Chromebook Diperberat Jadi 5 Tahun Penjara

Mulai Hari Ini, Harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Kompak Naik

Gunung Sinabung Erupsi, 2.451 Warga Karo Dievakuasi dari Dua Desa

Rumah Hancur Diguncang Gempa, Satu Keluarga di NTT Tinggal di Kandang Babi

Persebaya Bidik Juara Super League 2026/27

 

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada pada angka 63,2%.

 

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih pada angka 63,2%, ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik,” ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (31/8/2026).

 

Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada angka 55,1%. Hanta mengatakan angka tersebut menunjukkan tren kepuasan publik pada Agustus 2026 cenderung menurun dibandingkan hasil survei pada Juli 2026.

Menurut Hanta, sinyal disharmoni dan gestur canggung yang terlihat di ruang publik antara Prabowo dan Gibran berpotensi memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.

Keretakan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal, di pucuk pemerintahan dinilai bukan sekadar persoalan citra. Kondisi tersebut juga berpotensi mengaburkan pembagian kerja pemerintahan sekaligus memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas politik.

 

“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik,” jelas Hanta.

 

Hanta menekankan harmonisasi antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu kunci untuk membangun stabilitas politik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, keduanya dinilai perlu secara konsisten menunjukkan kekompakan dan soliditas dalam berbagai agenda publik.

 

Selain persoalan gestur, Hanta menilai pemerintah perlu memperjelas porsi otoritas serta pembagian tugas antara presiden dan wakil presiden. Menurut dia, hubungan yang harmonis dan sinergis di antara keduanya dapat memperkuat posisi politik pemerintahan di hadapan publik.

 

Jarak Prabowo dan Jokowi

Dinamika tersebut dinilai semakin kompleks karena adanya persepsi mengenai jarak politik yang semakin melebar antara Prabowo dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang masih memiliki pengaruh politik.

 

Hanta menilai ketidakselarasan yang dipersepsikan publik di antara figur-figur tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap harmoni pemerintahan. Kondisi itu, menurut Hanta, dapat membantu menjelaskan persepsi publik mengenai stabilitas politik pemerintahan yang hanya berada di angka 51,9%.

 

Dia kembali menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis dan sinergis antara presiden dan wakil presiden untuk memperkuat posisi politik pemerintahan di mata masyarakat.

Meski tingkat kepuasan publik mengalami penurunan, Hanta tetap melihat adanya ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan. Kepercayaan publik yang masih mencapai 63,2% dinilai menjadi modal sosial penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuktikan komitmen terhadap perbaikan kinerja.

 

Harmonisasi kepemimpinan antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah untuk membalikkan tren penurunan kepuasan tersebut.

 

“Tren penurunan approval rating atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah,” pungkas Hanta.

 

 

Komentar
Share8Tweet5SendShareShare1Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo Usul Bentuk Pengadilan Ad Hoc Usut BUMN Bermasalah di Masa Lalu

Survei Median: Elektabilitas Prabowo 32,4 Persen Unggul di 4 Wilayah

  ASPEK.ID, JAKARTA - Elektabilitas Presiden Prabowo Subianto di posisi teratas dalam hasil survei Media Survei Nasional (Median). Direktur Eksekutif...

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Tutup 290 BUMN Rugi, Negara Hemat Rp50 Triliun

  ASPEK.ID, JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menyatakan, pemerintah telah menutup 290 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rugi. Hasilnya...

IMF Perkirakan Ekonomi Global Tumbuh 6% di 2021

Prabowo: Indonesia Tolak Pinjaman IMF

ASPEK.ID, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengatakan Indonesia menolak tawaran pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) karena pemerintah masih mampu...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In