• Latest
  • Trending
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Angkasa Pura II Sediakan Bilik Penyemprotan Disinfektan Berjalan

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 24.00 WIB

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang sampai 24.00 WIB

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Awasi Pelaku Perjalanan Luar Negeri, Polri Jaga Ketat Pintu Masuk Indonesia

Penumpang Gagal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund Tiket 100%

OJK Minta Industri Jasa Keuangan Sesuaikan Operasional

OJK Tutup 951 Pinjol Ilegal

Prabowo Targetkan BUMN Tinggal 350 Unit Akhir 2026

Prabowo Kaji Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Takdir Indonesia Berada di Ring of Fire

Kemenhan-TNI Siapkan Awak Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

KRI Gajah Mada Disiapkan Jadi Kapal Induk Helikopter

Kata Purbaya Usai Thomas Djiwandono Terpilih Jadi Deputi BI

Hadapi Bencana, Purbaya Tambah Rp5 Triliun ke BNPB

Bisnis SMS dan Telepon Turun, Telkom Indonesia Masih Laba Rp 16,46 T

Telkom Siapkan Dividen Hingga 90 Persen dari Laba Bersih 2026

Garuda Indonesia Masih Layani Penerbangan Domestik

Penutupan Tujuh Bandara Termasuk Soetta Diperpanjang Hingga Senin Pukul 18.00 WIB

China No 2 Terbanyak Miliarder Selama Pandemi Covid

Dolar AS Pagi Ini Menguat ke Rp 17.664

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, September 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

by Aspek
September 1, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Poltracking Indonesia menilai harmonisasi kepemimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi kunci penting untuk memulihkan kepercayaan publik di tengah tren penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintah.

BacaJuga

Bandara Soetta Ditutup Hingga Pukul 24.00 WIB

Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang sampai 24.00 WIB

Real Madrid Jumpa Inter di Laga Pembuka Liga Champions, Siapa Lebih Unggul?

Penumpang Gagal Terbang Imbas Erupsi Anak Krakatau Bisa Refund Tiket 100%

OJK Tutup 951 Pinjol Ilegal

Prabowo Kaji Penggabungan Badan Geologi dan BMKG

 

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada pada angka 63,2%.

 

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih pada angka 63,2%, ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik,” ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (31/8/2026).

 

Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada angka 55,1%. Hanta mengatakan angka tersebut menunjukkan tren kepuasan publik pada Agustus 2026 cenderung menurun dibandingkan hasil survei pada Juli 2026.

Menurut Hanta, sinyal disharmoni dan gestur canggung yang terlihat di ruang publik antara Prabowo dan Gibran berpotensi memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.

Keretakan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal, di pucuk pemerintahan dinilai bukan sekadar persoalan citra. Kondisi tersebut juga berpotensi mengaburkan pembagian kerja pemerintahan sekaligus memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas politik.

 

“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik,” jelas Hanta.

 

Hanta menekankan harmonisasi antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu kunci untuk membangun stabilitas politik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, keduanya dinilai perlu secara konsisten menunjukkan kekompakan dan soliditas dalam berbagai agenda publik.

 

Selain persoalan gestur, Hanta menilai pemerintah perlu memperjelas porsi otoritas serta pembagian tugas antara presiden dan wakil presiden. Menurut dia, hubungan yang harmonis dan sinergis di antara keduanya dapat memperkuat posisi politik pemerintahan di hadapan publik.

 

Jarak Prabowo dan Jokowi

Dinamika tersebut dinilai semakin kompleks karena adanya persepsi mengenai jarak politik yang semakin melebar antara Prabowo dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang masih memiliki pengaruh politik.

 

Hanta menilai ketidakselarasan yang dipersepsikan publik di antara figur-figur tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap harmoni pemerintahan. Kondisi itu, menurut Hanta, dapat membantu menjelaskan persepsi publik mengenai stabilitas politik pemerintahan yang hanya berada di angka 51,9%.

 

Dia kembali menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis dan sinergis antara presiden dan wakil presiden untuk memperkuat posisi politik pemerintahan di mata masyarakat.

Meski tingkat kepuasan publik mengalami penurunan, Hanta tetap melihat adanya ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan. Kepercayaan publik yang masih mencapai 63,2% dinilai menjadi modal sosial penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuktikan komitmen terhadap perbaikan kinerja.

 

Harmonisasi kepemimpinan antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah untuk membalikkan tren penurunan kepuasan tersebut.

 

“Tren penurunan approval rating atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah,” pungkas Hanta.

 

 

Komentar
Share11Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo: Takdir Indonesia Berada di Ring of Fire

ASPEK.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai perkembangan penanganan bencana alam secara virtual dari Istana Merdeka,...

Wapres Gibran Minta Maaf kepada Warga yang Masih Tinggal di Huntara Tapsel

Intelektual Apresiasi Kunker Wapres Gibran ke Wilayah Terdampak Bencana Alam

    ASPEK.ID, MEDAN -Hunian warga bukan satu-satunya titik yang diperiksa Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selama kunjungan ke wilayah...

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Ajak Rakyat Berdoa Terkait Erupsi Gunung Anak Krakatau

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat untuk memanjatkan doa agar semua orang mendapat perlindungan dari Allah SWT...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In