• Latest
  • Trending
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

3 Juta Warga RI Terpapar Asap Karhutla, Kasus ISPA Naik 78%

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI Target Kapitalisasi Bursa Rp 30.000 Triliun pada 2030

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Penyebab Kerusuhan di Prancis

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

Sekjen PBB Bermalam di Rumah Prabowo

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

IHSG Lengser ke 4.934, Mayoritas Saham Masuk Zona Merah

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

Serukan Taubat Nasuha, MUI Desak Prabowo Serius Tangani Karhutla

PSBB Tekan IHSG ke Zona Merah

BEI Turunkan Batas ARB Saham Jadi 7% Mulai Hari Ini

BNPB Hormati OTT KPK, Dorong Asas Praduga Tak Bersalah

KPK: Pejabat BNPB Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Senin, Oktober 19, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

by Aspek
September 1, 2026
in BERITA TERBARU, POLITIK
Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

 

 

ASPEK.ID, JAKARTA –  Poltracking Indonesia menilai harmonisasi kepemimpinan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjadi kunci penting untuk memulihkan kepercayaan publik di tengah tren penurunan tingkat kepuasan terhadap pemerintah.

BacaJuga

Maruli Simanjutak Terima Jabatan Kepala BNPP

DPR Desak Menhut Mundur Jika Tak Bisa Tangani Karhutla

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

Peringkat Transportasi Publik Jakarta Naik dari Posisi 17 ke 15 Dunia

BEI dan OJK Akan Bertemu MSCI Minta Klarifikasi

PM Malaysia Minta ASEAN Tangani Karhutla RI

 

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia Hanta Yuda mengatakan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran masih berada pada angka 63,2%.

 

“Tingkat kepercayaan publik terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran masih pada angka 63,2%, ini menjadi modal sosial yang sangat berharga di tengah penurunan kepuasan publik,” ujar Hanta dalam rilis survei nasional Poltracking Indonesia, Senin (31/8/2026).

 

Survei tersebut dilakukan pada 14-20 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.220 responden. Hasilnya menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada angka 55,1%. Hanta mengatakan angka tersebut menunjukkan tren kepuasan publik pada Agustus 2026 cenderung menurun dibandingkan hasil survei pada Juli 2026.

Menurut Hanta, sinyal disharmoni dan gestur canggung yang terlihat di ruang publik antara Prabowo dan Gibran berpotensi memicu persepsi negatif di tengah masyarakat.

Keretakan komunikasi, baik secara verbal maupun nonverbal, di pucuk pemerintahan dinilai bukan sekadar persoalan citra. Kondisi tersebut juga berpotensi mengaburkan pembagian kerja pemerintahan sekaligus memengaruhi persepsi publik terhadap stabilitas politik.

 

“Berbagai kemungkinan tentang persepsi publik masih berpotensi terjadi, bergantung pada isu dan agenda perbaikan yang akan diambil oleh pemerintah dalam upaya meningkatkan kembali kepuasan publik,” jelas Hanta.

 

Hanta menekankan harmonisasi antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu kunci untuk membangun stabilitas politik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat. Karena itu, keduanya dinilai perlu secara konsisten menunjukkan kekompakan dan soliditas dalam berbagai agenda publik.

 

Selain persoalan gestur, Hanta menilai pemerintah perlu memperjelas porsi otoritas serta pembagian tugas antara presiden dan wakil presiden. Menurut dia, hubungan yang harmonis dan sinergis di antara keduanya dapat memperkuat posisi politik pemerintahan di hadapan publik.

 

Jarak Prabowo dan Jokowi

Dinamika tersebut dinilai semakin kompleks karena adanya persepsi mengenai jarak politik yang semakin melebar antara Prabowo dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), yang masih memiliki pengaruh politik.

 

Hanta menilai ketidakselarasan yang dipersepsikan publik di antara figur-figur tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap harmoni pemerintahan. Kondisi itu, menurut Hanta, dapat membantu menjelaskan persepsi publik mengenai stabilitas politik pemerintahan yang hanya berada di angka 51,9%.

 

Dia kembali menegaskan pentingnya hubungan yang harmonis dan sinergis antara presiden dan wakil presiden untuk memperkuat posisi politik pemerintahan di mata masyarakat.

Meski tingkat kepuasan publik mengalami penurunan, Hanta tetap melihat adanya ruang bagi pemerintah untuk melakukan perbaikan. Kepercayaan publik yang masih mencapai 63,2% dinilai menjadi modal sosial penting bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk membuktikan komitmen terhadap perbaikan kinerja.

 

Harmonisasi kepemimpinan antara presiden dan wakil presiden menjadi salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh pemerintah untuk membalikkan tren penurunan kepuasan tersebut.

 

“Tren penurunan approval rating atau kepuasan terhadap kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran yang terjadi saat ini, merupakan bagian dari dinamika politik pemerintahan yang perlu secara serius ditindaklanjuti dengan agenda perbaikan kinerja pemerintah,” pungkas Hanta.

 

 

Komentar
Share12Tweet7SendShareShare2Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Prabowo: Danantara Wajib Bantu Lanjutkan Proyek LRT Jakarta

Pemgamat: Komunikasi Prabowo Semakin Baik

  ASPEK.ID, JAKARTA: Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga, mengatakan gaya komunikasi Prabowo semakin baik. Perubahan itu...

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Prabowo HUT, Jokowi Doakan Sehat

  ASPEK.ID SOLO -Presiden ke-7 RI Joko Widodo menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto yang berulang tahun...

Peluang Anies Diusung oleh PDI Perjuangan dan PKB

Survei Capres PPI: Prabowo Masih Unggul, Anies Menyusul

ASPEK.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI//) Adi Prayitno merilis survei elektabilitas calon presiden pada Minggu, 18 Oktober...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In