ASPEK.ID, JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko membantah jika dana calon haji Indonesia telah dipakai oleh Pemerintah untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Panglima TNI periode 2013-2015 itu menegaskan bahwa saat ini setoran dana calon haji yang dikelola oleh Pemerintah masih tersimpan aman.
Namun, pemberangkatan belum bisa dilakukan karena secara global saat ini dunia masih dalam situasi pandemi COVID-19.
“Tidak ada seperti itu. Isu itu menyesatkan,” kata Moeldoko dilnasir Antara saat di Mataram, NTB, Selasa (8/6/2021).
Moeldoko mengaku sudah berbicara dengan Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji, bahwa uangnya aman dan dia menganggap hal itu maklum karena masih dalam suasana pandemi COVID-19.
“Tidak bisa dipaksakan untuk berangkatkan calon haji ke Tanah Suci karena faktor keselamatan jemaah yang menjadi pertimbangan utama. Semua negara juga menghadapi persoalan yang sama, atau bukan hanya Indonesia,” ucap Moeldoko.
Menurut Moeldoko, kebijakan pemberangkatan jemaah calon haji sangat berkaitan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Oleh karena itu, pemerintah Indonesia tidak mungkin menerbitkan kebijakan yang akan merugikan kepentingan bangsa dan negara, terlebih bertujuan menghalang-halangi rakyatnya menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
“Jadi, tidak benar ada dana calon haji yang dipakai untuk ini itu. Kalau ada isu macam-macam, itu sudah menyesatkan,” ungkap dia.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu membantah dana ibadah haji untuk pembangunan infrastruktur.
“Justru dana kelolaan haji itu diinvestasikan berisiko kecil. Jadi, tidak ada (dialokasikan ke pembiayaan infrastruktur),” kata Anggito dalam diskusi virtual bertajuk Dana Haji Aman.
Anggito menerangkan bahwa alokasi investasi ditujukan pada penanaman modal dengan profil risiko low to moderate.
Sebanyak 90 persen dana dialokasikan investasi berbentuk surat berharga syariah negara dan suku koorporasi.
“Tentu masih ada investasi-investasi lain yang semua profil risikonya adalah low to moderate,” katanya menegaskan.
Anggito mempersilakan masyarakat menonton akun YouTube resmi BPKH yang menjelaskan secara perinci terkait dengan investasi pengelolaan dana haji.














