ASPEK.ID, JAKARTA – Direktur Layanan dan Jaringan BNI Ronny Venir di Jakarta menyatakan BNI menggunakan momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 dengan turut aktif dalam Program Restorasi Terumbu Karang di Perairan Pantai Pulisan, Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara,
“Pilihan terumbu karang juga searah dengan salah satu tujuan dari program BNI Hi-Movers for Change,” jelas Ronny Venir di Jakarta, Kamis (24/6/2021).
Restorasi ini merupakan salah satu bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-75 BNI yang akan jatuh pada 5 Juli 2021. Restorasi terumbu karang di Pantai Pulisan ini dilaksanakan pada 23 Juni 2021 dengan menanam sebanyak 1.946 bibit terumbu karang.
Restorasi ini menjadi komitmen BNI untuk bertransformasi, sejalan dengan semangat HUT ke-75 untuk #LompatLebihTinggi.
Selain di Likupang, penyelamatan terumbu karang juga dilaksanakan BNI di beberapa perairan lain, seperti di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Tarempa di Kepulauan Riau, hingga di Pulau Sabang di Aceh.
“Selain restorasi, BNI juga memberikan edukasi kepada komunitas selam BNI (46Divers) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke terkait bagaimana cara melakukan restorasi terumbu karang tersebut, sehingga semangat penyelamatan perairan di tanah air terus meluas,” pungkasnya
Perairan Pantai Pulisan dipilih karena menjadi bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Likupang, dan merupakan satu dari lima destinasi super prioritas selain di Candi Borobudur, Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ekosistem bawah laut Pantai Pulisan Likupang sehingga dapat meningkatkan daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara yang senang melakukan aktivitas bahari, seperti menyelam atau snorkeling dan pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan warga setempat.
Restorasi ini dilakukan dengan metode transplantasi karang berdasarkan tata kelola laut (sea scaping) yang sudah disusun sesuai habitat masing-masing. Dengan demikian, pemandangan kebun karang di bawah laut menjadi lebih indah.
Restorasi terumbu karang ini juga mengikutsertakan 9 penyelam yang berpengalaman, antara lain dari BNI HiMovers Dive Community dan Tim Seasoldier Sulut.
Indonesia kaya terumbu karang yakni 18% dari total terumbu karang di dunia, berada di Tanah Air. Segitiga Terumbu Karang Dunia yang terkenal pun berada di Indonesia.
Lebih dari 36% terumbu karang di Indonesia rusak akibat pencemaran, aktivitas perikanan yang tidak bersahabat, dan pemanasan global yang menyebabkan coral bleaching atau pemutihan koral.























