ASPEK.ID, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden memerintahkan untuk mengirim tiga juta dosis vaksin Moderna untuk membantu Indonesia mengatasi lonjakan kasus COVID-19.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan, pengiriman itu adalah salah satu dari jumlah terbesar yang disumbangkan Amerika.
Secara keseluruhan Amerika mengalokasikan empat juta dosis vaksin bagi Indonesia, di mana sisa satu juta lainnya akan dikirimkan segera.
AS juga mengirimkan 500.000 dosis vaksin Johnson & Johnson ke Moldova, bagian pertama vaksin Amerika yang dikirim ke Eropa.
Selain itu ada 1,5 juta dosis Johnson & Johnson yang akan dikirim ke Nepal dan 500 ribu dosis Moderna ke Bhutan.
AS juga berencana meningkatkan bantuan pada Indonesia untuk penanganan COVID-19 yang lebih luas.
Pengiriman empat juta dosis vaksin ke Indonesia ini merupakan bagian dari 80 juta dosis vaksin yang dialokasikan Amerika untuk membantu negara-negara yang membutuhkan, selain 500 juta dosis vaksin yang dijanjikan untuk COVAX.
“Hingga saat ini kami telah memberikan bantuan langsung untuk penanganan COVID-19 bernilai lebih dari 14,5 juta dolar, termasuk 3,5 juta dolar untuk membantu vaksinasi warga Indonesia dengan cepat dan aman,” ujar sumber Gedung Putih kepada VOA Indonesia, dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (10/7).
“Kami menyadari situasi sulit yang dihadapi Indonesia sat ini dengan lonjakan kasus COVID-19. Kami bersama semua warga Indonesia yang sedang terdampak lonjakan virus ini,” tambahnya.
Dalam konferensi pers Jumat malam (9/7), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengkonfirmasi pengiriman vaksin itu.
“Ini merupakan pengiriman vaksin pertama lewat mekanisme COVAX,” ujar Retno, merujuk pada mekanisme berbagi vaksin PBB.
Indonesia sangat bergantung pada vaksin buatan China, di mana lima persen dari total populasi telah divaksinasi penuh.
Namun kini terjadi peningkatan perebakan COVID-19 di antara para pekerja medis yang sudah divaksinasi penuh dengan vaksin Sinovac buatan China itu.
Setelah sejumlah pekerja medis yang telah divaksinasi penuh meninggal karena virus mematikan itu.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit, hari Jumat (9/7) mengatakan pemerintah akan memberikan 1,47 juta tenaga kesehatan itu suntikan tambahan dengan menggunakan vaksin Moderna.
“Suntikan ketiga ini hanya akan diberikan pada tenaga kesehatan karena tenaga kesehatan lah yang setiap hari sangat terpapar virus ini. Mereka harus dilindungi dengan segala cara,” tegasnya.






















