Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa porsi direksi BUMN dari kalangan milenial saat ini baru di angka 4 persen. Angka ini masih kurang dari target yang ditetapkan, yakni 5 persen.
Selain dari kalangan milenial, Erick juga mengatakan saat ini keterwakilan perempuan di jajaran direksi perempuan di perusahaan pelat merah baru 12 persen, di bawah target yang ditetapkan sebanyak 15 persen.
Pendiri Mahaka Group itu menyadari bahwa memilih pimpinan tak bisa asal dan butuh proses. Sebab, dampaknya akan fatal jika salah memilih pimpinan untuk BUMN.
“Saya tidak segan-segan mengingatkan bahwa kami punya target tahun ini pimpinan muda harus 5 persen, laporan terakhir baru 4 persen lebih,” ungkap Erick dilansir CNN dalam Merdeka Berkarya Berkontribusi untuk Indonesia, Rabu (25/8).
“Kesetaraan gender justru baru 12 persen, dulu laporannya 14 persen, ternyata baru 12 persen. Ini sudah mau September, Oktober, November, Desember, (sisa) empat bulan,” tambah Erick.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri BUMN I Pahala Mansury mengatakan terdapat tiga syarat yang harus dimiliki oleh pemimpin di BUMN, yakni integritas, kepemimpinan, dan intelektual.
“Integritas penting sekali, kalau mengambil keputusan triliun rupiah dan begitu banyak keputusan yang harus diambil, sebagai pimpinan harus ada integritas,” kata Pahala.
Lalu, kepemimpinan penting untuk mengatur organisasi. Menurutnya, tak semua orang memiliki kemampuan tersebut.
“Banyak yang pintar, sekolah, pintar pemikirannya, tapi kepemimpinannya kurang,” imbuh Pahala.
















