Sebuah bom mobil meledak di sebuah pos pemeriksaan dekat istana kepresidenan Somalia yang menewaskan delapan orang.
Pihak kepolisian mengatakan bahwa kelompok jihadis al-Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.
Pemboman itu terjadi pada hari Sabtu dalam jarak 1 km (0,6 mil) dari Villa Somalia, istana presiden di Mogadishu.
“Kami telah mengkonfirmasi bahwa delapan orang, kebanyakan dari mereka warga sipil, tewas, dan tujuh lainnya terluka dalam ledakan bom mobil,” kata kepala polisi distrik, Mucawiye Ahmed Mudey seperti dikutip dari The Guardian.
Seorang saksi mata mengatakan bom mobil diledakkan ketika polisi menghentikan pengemudi untuk pemeriksaan keamanan.
“Mereka biasanya berhenti untuk memeriksa kendaraan sebelum mereka bisa melewati pos pemeriksaan. Mobil ini dihentikan oleh petugas keamanan dan meledak sementara ada beberapa mobil lain dan orang-orang yang lewat di jalan terdekat. Saya melihat orang-orang yang terluka dan tewas,” kata Mohamed Hassan, seorang saksi mata.
Kelompok al-Shabaab mengaku bertanggung jawab dalam sebuah pernyataan singkat: “Mujahidin melakukan operasi syahid yang menargetkan pos pemeriksaan keamanan utama istana presiden. Ada komandan dan pejabat dari murtad yang tinggal di daerah itu ketika serangan terjadi.”
Kelompok jihad menguasai ibu kota sampai 2011 ketika didorong keluar oleh pasukan Uni Afrika, tetapi masih menguasai wilayah di pedesaan dan sering melancarkan serangan terhadap target pemerintah dan sipil di Mogadishu dan di tempat lain.














