• Latest
  • Trending
Persaingan Tak Sehat, Grab Didenda Rp30 Miliar

Grab Tambah Saham di OVO Jadi 90 Persen

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka, Hotman Paris Turun Mendampingi

Hotman Paris: Cara Singapura Melawan Indonesia

Wamen Nezar: Pemerintah Siapkan Regulasi AI yang Lebih Solid

Wamen Nezar Patria: Komdigi Cermati Penyebaran Mini Drama Unsur Pornografi, Kekerasan Seksual, Hingga Perjudian

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Wapres Gibran Minta Penguatan dari Pertamina untuk Pelaku UMKM

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Bahlil: Pengurangan Gas ke Singapura Tak Langgar Kontrak

PHK di Singapura Tertinggi Sejak Covid-19

Singapura Naikkan Usia Pensiun Hingga Umur 70 Tahun

Wapres Gibran Tinjau  Pendangkalan Sungai di Cilacap

Wapres Gibran Tinjau Pendangkalan Sungai di Cilacap

 100 Sekolah Rakyat Beroperasi pada Akhir Agustus

Seskab Teddy: 265 Sekolah Rakyat Jadi Harapan Bagi 45 Ribu Anak Jalanan

Perusahaan Tommy Soeharto IPO September

Singapura Akan Gugat RI Bila Ada Pelanggaran Kontrak Gas

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

Warga Kalimantan Sujud Syukur Saat Hujan Setelah 5 Bulan Kemarau

22 Napi Tipikor Berpotensi Bebas, Ada OC Kaligis, Setnov hingga Sejumlah Kepala Daerah

KPK Usul Aset Pejabat yang Tak Tercantum di LHKPN Bisa Dirampas

Rupiah Bangkit di Tengah Gejolak Global, BI Ungkap Kuncinya

Senin ini Rupiah Diprediksi Loyo Karena Faktor ini

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

Wali Kota New York Pasang Semprotan Air di Toilet sebagai Ganti Tisu

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Selasa, Oktober 27, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Grab Tambah Saham di OVO Jadi 90 Persen

by Zamzami Ali
Oktober 5, 2021
in EKONOMI
Persaingan Tak Sehat, Grab Didenda Rp30 Miliar

[Foto: Shutterstock]

Perusahaan ride hiling dan juga platform layanan on demand yang bermarkas di Singapura, Grab, akan melipatgandakan kepemilikannya di e-wallet OVO menjadi 90 persen.

Disebutkan, saat ini perusahaan masih menunggu persetujuan dari regulator. Tiga sumber yang mengetahui kesepakatan tersebut mengatakan bahwa Grab telah membeli saham OVO dan platform e-commerce Tokopedia.

Menurut pengajuan peraturan yang diserahkan kepada pihak berwenang Indonesia, dalam tahap pertama, yakni restrukturisasi, saham Grab akan berkembang dari 39 persen menjadi 90 persen.

BacaJuga

Di Harvard University, JK Sebut Empat Tekanan Ekonomi RI

Kajian INDEF: Tiga Jalur Guncangan Global Mengancam Ekonomi Indonesia

Prabowo: Filosofi Ekonomi Indonesia Sudah Melenceng dari UUD 1945

Survei Kadin: Minat Pengusaha Berinvestasi Semakin Melemah

Menko Airlangga Bantah Rencana Pemerintah Bagikan HP Gratis ke Warga

Gubernur Jakarta Gratiskan Transportasi Umum Bagi Pencari Kerja di 2027

“Kami menyambut baik komitmen yang lebih besar dari Grab di OVO. Kami bekerja dalam konsultasi erat dengan regulator untuk menyelesaikan proses restrukturisasi kepemilikan,” kata OVO dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters via CNN, Selasa (5/10).

OVO merupakan salah satu e-wallet terbesar di Indonesia. Pada 2019, OVO bernilai US$2,9 miliar atau setara dengan Rp41,35 triliun (dengan asumsi kurs Rp14.262 per dolar AS). Aplikasi ini pun telah diunduh lebih dari 100 juta kali.

Studi Google, Temasek Holdings dan Bain & Company pada 2020 mengungkap ekonomi digital Indonesia yang sedang booming diperkirakan akan tumbuh menjadi US$124 miliar pada 2025.

Selain itu, setengah dari 270 juta penduduk Indonesia tidak memiliki rekening bank, tetapi sebagian besar sekarang memiliki ponsel.

Tokopedia sedang menyelesaikan mergernya sendiri dengan saingan Grab, Gojek, untuk membentuk GoTo. Gojek mengoperasikan e-wallet sendiri, GoPay.

Karena peraturan mengharuskan perusahaan Indonesia untuk memiliki saham hanya dalam satu dompet elektronik pada satu waktu, kesepakatan itu diharapkan membuka jalan bagi penggabungan GoTo.

“Transaksi ini telah direncanakan sejak beberapa waktu dan akan memungkinkan kami untuk terus fokus dalam memperdalam lebih jauh strategi market-leading dari GoPay,” kata GoTo dalam sebuah pernyataan.

Komentar
Share21Tweet13SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

inDrive Jadi Pesaing Gojek dan Grab

inDrive Jadi Pesaing Gojek dan Grab

Perusahaan aplikasi ride-hailing online inDrive menyebut biaya komisi yang ditarik dari mitra pengemudi hanya sebesar 10 persen.  Director of Ride-Hailing...

Persaingan Tak Sehat, Grab Didenda Rp30 Miliar

Grab Didemo Pengemudi

Grab Indonesia memberikan pernyataan resmi terkait aksi demonstrasi gabungan komunitas mitra pengemudi pada Senin (12/9/2022). Chief Communications Officer Grab Indonesia...

Jadi Wakil Ketua OJK, Mirza Pamit dari 2 Komisaris

Setelah terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK , Mirza Adityaswara mundur dari posisi Presiden Komisaris platform pembayaran digital OVO...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In