• Latest
  • Trending

Jokowi: Rp 278 T APBD Masih Mengendap di Bank

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Alasan Investor Global Lirik RI

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

Cadangan Devisa September 2019 Setara 7,2 Bulan Impor

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: 10 Orang Kaya, 1 Muslim

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Kader PSI Minta Jokowi jadi Ketum PSI

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Negara Terbanyak Berutang ke China, RI Nomor 32

Kapolri Cek Lab Narkotika Terbesar di Ri di Aceh

Warga Tiongkok, Myanmar, Thailand, & Malaysia Terlibat di Pabrik Sabu di Aceh

35 Pesawat Asing Siap Bantu Penanganan Karhutla

Faktor BNPB Belum Rekomendasi Karhutla Sebagai Bencana Nasional

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Kemenag Akan Ajak Pegawai Bersarung dan Berpeci

Prabowo Panggil Sejumlah Menteri Bahas Karhutla

Cara Cek Sebaran Asap Karhutla

Parlemen Malaysia Tegur Prabowo Pakai Bahasa Jawa Kasar

Intelektual Dukung Prabowo Copot Menteri Haji

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Oktober 25, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Jokowi: Rp 278 T APBD Masih Mengendap di Bank

by Aspek
November 30, 2022
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS

Jokowi  kesal Rp 278 triliun uang APBD masih mengendap di bank.  APBD yang mengendap di bank terealisasi dan dibelanjakan,  maka bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.  Mendagri  Tito Karnavian, menjelaskan penyebab dana APBD masih mengendap di bank. Ia mengaku beberapa daerah realisasi belanjanya masih di bawah 50 persen hingga November ini.

“Ada yang masih 44 persen belanjanya di November. Harusnya kalau sudah November itu 70 persen ke atas. Nasional rerata itu 76,1 persen,” kata Tito,  Jakarta, Rabu (30/11) dikutip dari kumparan.

BacaJuga

Menhaj Jelaskan Dua Anaknya Jadi TA

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Mantan Panglima TNI Wafat dalam Usia 82 Tahun

BI : :Efek MSCI Meluas, Asing Keluar dari Saham

Jusuf Kalla: Saya Justru Bela Jokowi

Jokowi Hadiri Rakorda PSI Bogor di Sentul International

Tito membeberkan salah satu alasannya, yakni banyak kontrak yang akan dibayar pada akhir tahun. Pemda akan membayar ketika proyek kontrak telah selesai berlangsung.

“Kalau itu dibayarkan sebelum kontrak selesai, bisa menjadi masalah hukum. (Alasan) kedua, kendala kelambatan pada waktu lelang yang mengakibatkan proyeknya belum berjalan, atau terlambat berjalannya,” kata Tito.

Alasan ketiga, kata Tito, yaitu ada pemimpin daerah yang kurang mampu untuk mengkoordinasikan, atau tidak terlalu peduli dengan angka belanja daerah. Mereka hanya bekerja secara rutin.

“APBD ini adalah salah satu instrumen yang sangat penting untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ada uang beredar di masyarakat sehingga memperkuat daya beli masyarakat, konsumsi rumah tangga,” tutur Tito.

Tito menemukan penyebab dana APBD mengendap juga karena persoalan politik antara kepala daerah dan DPRD. Kadang-kadang, DPRD tidak menyetujui pengajuan anggaran yang disampaikan kepala daerah.

“Ya mungkin karena ada alasan-alasan tertentu, saya tidak mengerti. Ini saya mohon kepada kepala daerah, ini tinggal satu bulan lagi. Kita akan genjot, dan saya akan umumkan nantinya daerah terendah,” terang Tito.

Sama seperti tahun 2021, Tito akan memberikan teguran tertulis untuk belanja daerah terendah. Dia pernah memberikan teguran tertulis kepada 19 Gubernur pada 2021.

“Mudah-mudahan saja nanti akan banyak yang membayar proyek yang dibayar di akhir tahun sesuai kontrak, baiknya memang di atas 80 persen,” ujar Tito.

Tito mengungkapkan provinsi dengan realisasi belanja daerah terendah hingga saat ini yakni Sulawesi Tengah sebesar 44 persen. Lalu disusul oleh Kalimantan Timur sebesar 49 persen, Papua Barat sebesar 53 persen, Bangka Belitung sebesar 54 persen, Jambi sebesar 60 persen, Kalimantan Utara sebesar 61 persen, dan Papua sebesar 62 persen.

“Enggak bisa akan bisa mengejar (target realisasi hingga akhir tahun), apalagi mereka yang masih 40 persen-an, kalau nanti bisa sampai 70 persen itu adalah keajaiban,” tukas Tito.

Komentar
Share40Tweet25SendShareShare7Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

WFH ASN Resmi Berlaku, Perjalanan Dinas Dipangkas hingga 70%

Menkeu Pastikan Gaji PNS Dibayar Melalui Bank Bukan Kopdes

  ASPEK.ID, JAKARTA- Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara memastikan pembayaran gaji pegawai negeri sipil (PNS) tetap melalui transfer seperti yang...

Rupiah Menguat 5 Poin ke Rp14.025

Tips Jitu Ubah Duit Rp 1 Juta Jadi Rp 1 Miliar!

ASPEK.ID - Sebagian besar dari kita dapat menemukan cara untuk menghemat uang. Tetapi hal yang sulit adalah  bagaimana kita menggunakan uang...

Survei: Kepercayaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran  63,2%, Modal Sosial yang Sangat Berharga

2 Tahun Prabowo-Gibran Selamatkan Rp 52 T

  ASPEK.ID, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menyaksikan penyerahan hasil penertiban kawasan hutan yang kedelapan kali di Kejaksaan Agung....

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In