OLEH: AZHAR UMAR
(Analiyst Perfekto untuk Indonesia)
Jargon sering diidentik hanya sebatas pemanis untuk memperindah sebuah kata dan gebrakan, tak jarang jargon sering dipakai dalam dunia politik yang kemudian jauh dari realisasi. Namun berbeda halnya dengan jargon yang dimanifestokan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.
Salah satunya seperti jargon AKHLAK, akronim dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif, yang merupakan core value AKHLAK sebagai pedoman kerja insan BUMN. Dari AKHLAK ini pula Erick Thohir berhasil melakukan transformasi besar di tubuh BUMN, ia konsisten mengimplementasikan AKHLAK dalam menggerakan BUMN agar sesuai dengan jalur yang ideal.
Ia pun tegas mengeluarkan oknum-oknum yang dinilai tidak mampu atau tidak menjalankan core value AKHLAK ini. Penerapan AKHLAK sangat urgen, karena BUMN berjibaku dengan berbagai konflik terutama conflict of interest.
Demikian pula dengan jargon “bersih-bersih BUMN”, realisasinya adalah Erick Thohir tidak segan-segan mengungkap kasus-kasus korupsi di perusahaan plat merah. Keadaan ini yang kemudian membuat BUMN semakin sehat dan jauh dari zona degradasi atau kebangkrutan.
Erick Thohir juga membuat sistem dan sanksi bagi para pelaku kotor, dan tak tanggung-tanggung ancaman bagi yang curang pun akan dimasukkan dalam daftar hitam. Tentunya sistem pencegahan menjadi bagian terpenting untuk mewujudkan BUMN yang sehat karena akan berdampak secara jangka panjang dan memperkecil peluang kecurangan.
Jargon AKHLAK, bersih-bersih dan semboyan transformasi BUMN telah menjadikan kinerja BUMN hari ini semakin baik, buktinya adalah pendapatan dan laba yang meningkat, BUMN yang nyaris bangkrut terselamatkan, zona utang yang semakin menjauh dan yang paling penting kehadiran BUMN dapat dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
Berbagai jargon ini pun dapat direalisasikan oleh Erick Thohir, alhasil menjadikan BUMN sebagai pabrik talenta bukan pabrik wacana sehingga dapat menjadi pegangan dalam menyongsong era emas Indonesia pada tahun 2045.
Saat ini, harus diakui bahwa Erick Thohir berhasil mengubah citra BUMN menjadi positif dan mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN yang dulu dianggap suka berhutang, sarang korupsi, dan menara gading yang tak tersentuh rakyat.
Berbagai keberhasilan Erick Thohir dalam menyelamatkan dan membawa BUMN ke arah yang tepat, inilah yang kemudian membuat dirinya mendapat apresiasi dari kalangan nasional hingga internasional, serta menempatkan Erick Thohir menjadi calon wakil presiden yang banyak diharapkan publik.
Dari berbagai survei Erick Thohir terus menunjukkan elektabilitas yang semakin kuat di posisi cawapres. Bagi publik Erick Thohir merupakan sosok baru pemimpin Indonesia yang dinilai bisa membawa harapan lebih baik dengan kinerjanya yang cepat tanpa banyak wacana.























