• Latest
  • Trending
Jabodetabek dan Seluruh Pulau Jawa Siaga Banjir

Musim Kemarau, Kenapa Masih Hujan?

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

PBNU Buka Suara soal Ponpes di Pati Ditutup Permanen

Bupati Lombok Barat Kurban Sapi dari Hasil Suap, PBNU Angkat Bicara

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 5,4 Guncang Bengkulu, Pusatnya 185 Km dari Pulau Enggano

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Stasiun MRT Monas dan Thamrin Beroperasi Akhir 2027

Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Ekonomi Aman

Prabowo di Milad PKB:  Pesimisme yang Disebarkan Mengganggu Semangat Masyarakat

Pernyataan Lengkap Airlangga Hartarto Mundur dari Ketum Partai Golkar

Menko Airlangga: PFII Bakal berkantor di Bali dan Jakarta

KPK Geledah Rumah Bupati Lombok Barat

KPK Geledah Rumah Bupati Lombok Barat

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Kader Kompak Pakai Kaus ‘Prabowonomics’

Prabowo-Gibran Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB, Kader Kompak Pakai Kaus ‘Prabowonomics’

Indonesia Beli 12 Jet Tempur dari Italia

Indonesia Beli 12 Jet Tempur dari Italia

Ribuan WNI Terdampak Penipuan Online di Kamboja, Menlu Buka Suara

Menlu RI: Sabang Gerbang Strategis menghubungkan ASEAN dan India

Pejabat di Gayo Lues Mundur Karena Anaknya Flexing di Medsos

Pejabat di Gayo Lues Mundur Karena Anaknya Flexing di Medsos

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp 5,25 M dari Dana Syariah Indonesia ke Polisi

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp 5,25 M dari Dana Syariah Indonesia ke Polisi

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Jumat, Juli 24, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Musim Kemarau, Kenapa Masih Hujan?

by REDAKSI
Juli 6, 2024
in BERITA TERBARU, NEWS, TERPOPULER
Jabodetabek dan Seluruh Pulau Jawa Siaga Banjir

[Foto: Azwar Ipank/Aspek.id]

ASPEK.ID, JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di Bulan Juli dan Agustus 2024. Namun demikian, diketahui hujan masih sering terjadi di banyak wilayah di Indonesia.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto membenarkan bahwa sebagian besar wilayah di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Namun demikian, menurutnya perlu diluruskan bahwa meski statusnya adalah musim kemarau namun bukan berarti akan tidak turun hujan sama sekali. Hanya saja , kata dia, intensitas curah hujan di bawah 50 mm / dasarian.

“Betul sebagian besar wilayah Indonesia terjadi di bulan Juli dan Agustus 2024 yaitu sebanyak 77,27%, dimana 63,95% durasi musim kemarau diprediksi terjadi selama 3 hingga 15 dasarian. Meski demikian bukan berarti dalam periode kemarau tidak ada hujan sama sekali, tetapi ada hujan meski kisaran di bawah 50 mm / dasariannya,” terang Guswanto di Jakarta.

BacaJuga

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Bupati Lombok Barat Kurban Sapi dari Hasil Suap, PBNU Angkat Bicara

Gempa M 5,4 Guncang Bengkulu, Pusatnya 185 Km dari Pulau Enggano

Stasiun MRT Monas dan Thamrin Beroperasi Akhir 2027

Prabowo di Milad PKB:  Pesimisme yang Disebarkan Mengganggu Semangat Masyarakat

Menko Airlangga: PFII Bakal berkantor di Bali dan Jakarta

Guswanto menyebut, dalam sepekan ke depan, masih terdapat potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di sejumlah wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan fenomena ini disebabkan oleh dinamika atmosfer skala regional – global yang cukup signifikan. Diantaranya, termonitornya aktivitas fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial di sebagian besar wilayah Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Sebagian besar Papua.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat pada perairan wilayah sekitar Indonesia memberikan kontribusi dalam menyediakan kondisi yang mendukung pertumbuhan awan hujan signifikan di wilayah Indonesia.

“Fenomena atmosfer inilah yang memicu terjadinya dinamika cuaca yang berakibat masih turunnya hujan di sebagian besar wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena cuaca tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia pada tanggal 5 – 11 Juli 2024. Wilayah yang dimaksud yaitu, Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, Pulau Maluku, dan Pulau Papua.

Andri mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap kemungkinan adanya potensi hujan yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang. Utamanya masyarakat yang bermukim di wilayah perbukitan, dataran tinggi, juga sepanjang daerah aliran sungai.

Terkait cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan hujan es yang terjadi di wilayah Bedahan, Sawangan, Kota Depok pada tanggal 3 Juli yang lalu, Andri mengatakan bahwa kejadian tersebut disebabkan adanya awan Cumulunimbus (CB) yang terbentuk akibat daya angkat atau konvektif yang cukup kuat di wilayah tersebut.

Diterangkan, proses hujan diawali dengan kondensasi uap air teramat dingin melewati atmosfer di lapisan atas level beku. Es yang terbentuk umumnya memiliki ukuran besar. Pada saat kumpulan es yang besar di atmosfer turun ke area lebih rendah dan hangat, maka terjadi hujan. Hanya saja, kadang tidak semua es akan mencair sempurna dan menjadikannya hujan es, dimana suhu puncak awan CB mencapai minus 80 derajat Celcius.

“Selagi masih turun hujan, alangkah baiknya dimanfaatkan untuk menabung air. Hemat dan menggunakan air secara bijak, supaya memiliki cadangan air saat Puncak Musim Kemarau melanda wilayah kita nantinya” pungkasnya. 

Komentar
Share30Tweet19SendShareShare5Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Jakarta – Indonesia membangun Floating Production, Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di kawasan Karimun, Kepulauan Riau yang diklaim...

PBNU Buka Suara soal Ponpes di Pati Ditutup Permanen

Bupati Lombok Barat Kurban Sapi dari Hasil Suap, PBNU Angkat Bicara

ASPEK.ID, JAKARTA - Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur angkat bicara terkait dugaan suap yang menjerat Bupati Lombok...

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 5,4 Guncang Bengkulu, Pusatnya 185 Km dari Pulau Enggano

ASPEK.ID, BENGKULU - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,4 mengguncang perairan barat daya Pulau Enggano, Provinsi Bengkulu, pada Jumat (24/7/2026)...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

Sinergi Pelindo Marine dan Pertamina Trans Kontinental, Dorong Pertumbuhan Perekonomian RI

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

PT Timah Tbk Berhentikan Sementara Direktur Operasi dan Produksi Nur Adi Kuncoro

Erick Thohir: 65% Dana Pensiun di BUMN Bermasalah

Erick Thohir:  Polusi Udara Masalah Serius, BUMN Tanam 100 Ribu Pohon

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

Indonesia Bangun FPSO Terbesar di Asia Tenggara

PBNU Buka Suara soal Ponpes di Pati Ditutup Permanen

Bupati Lombok Barat Kurban Sapi dari Hasil Suap, PBNU Angkat Bicara

Gempa 5,9 M Hentak Bengkulu

Gempa M 5,4 Guncang Bengkulu, Pusatnya 185 Km dari Pulau Enggano

3 Faktor Proyek MRT Jakarta Fase 2 Bakal Molor

Stasiun MRT Monas dan Thamrin Beroperasi Akhir 2027

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In