Ruas Tol Sedyatmo kembali terendam banjir pada Minggu (18/1). Kepolisian bersama Jasa Marga menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan dan kendaraan mogok.
Genangan terpantau di dua titik, yakni Gerbang Tol (GT) Pluit 3 jalur A dan B serta Off Ramp Rawa Bokor atau Tegal Alur. Ketinggian air di GT Pluit 3 mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dhanar Dono mengatakan, jalur B GT Pluit 3 ditutup sementara. Arus kendaraan dialihkan ke arah GT Kapuk, sementara jalur A masih dapat dilintasi kendaraan besar.
“Jalur B dialihkan ke GT Kapuk. Jalur A masih bisa dilintasi kendaraan besar,” kata Dhanar, dikutip dari Liputan6.com, Minggu (18/1).
Adapun genangan di Off Ramp Rawa Bokor atau Tegal Alur berkisar 10 hingga 15 sentimeter dan masih dapat dilalui seluruh jenis kendaraan.
Jasa Marga mengerahkan pompa air untuk mempercepat penyedotan genangan. Genangan di GT Pluit 3 terdeteksi sejak pukul 04.12 WIB akibat limpasan air deras dari kawasan sekitar.
Akses Rawa Bokor Ikut Tergenang
Selain GT Pluit 3, akses keluar Rawa Bokor juga tergenang setelah Kali Perancis meluap. Luapan tersebut menahan aliran air di saluran tol dan memperparah genangan di badan jalan.
“Jasa Marga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Ginanjar Bekti R.
Pengguna jalan diimbau mengikuti arahan petugas dan mencari jalur alternatif, terutama bagi pengendara menuju Bandara Soekarno-Hatta.
“Saat ini beroperasi total 7 pompa di dua lokasi dengan tambahan 1 pompa mobile di akses Rawa Bokor untuk mempercepat penanganan genangan,” ucap dia.
Banjir Berulang di Tol Sedyatmo
Tol Sedyatmo juga sempat terendam banjir pada Senin, 12 Januari 2026. Saat itu, ketinggian air mencapai 15 hingga 20 sentimeter akibat hujan lebat.
Sebanyak tujuh pompa dikerahkan, dengan rincian tiga pompa di Off Ramp GT Pluit 3 dan empat pompa di Off Ramp Cengkareng Business Center (CBC).
Ginanjar Bekti menyebut tingginya limpasan air dari kawasan sekitar ke saluran tol menyulitkan kerja pompa di lapangan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin mempercepat penanganan genangan dengan optimalisasi 9 unit pompa, karena limpasan air dari kawasan melalui saluran air jalan tol cukup tinggi. Kami juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk pengaturan lalu lintas,” ujar Ginanjar. []
























