• Latest
  • Trending
AS Tangkap Eks Pilot F-35, Dituding Latih Militer China Secara Ilegal

AS Tangkap Eks Pilot F-35, Dituding Latih Militer China Secara Ilegal

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Desember, Komisioner dan Dewan Pengawas KPK Dilantik

KPK Sisir Kantor Djarum di Kudus & Kantor Bea Cukai Kudus

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Prabowo: Indonesia akan Bangkit, Tak Ada yang Bisa Membendung

Prabowo Dirugikan dari Ketegangan RI-Singapura

BSI Laba Rp742 Miliar di Kuartal I-2021

Strategi BSI Masuk 5 Top Bank Syariah Global

The Atjeh Connection Cabang Tebet Jakarta Selatan Resmi Dibuka; Diplomasi Kuliner Menuju GLobal

The Atjeh Connection Cabang Tebet Jakarta Selatan Resmi Dibuka; Diplomasi Kuliner Menuju GLobal

Prabowo Dorong Produksi Motor Listrik Nasional Hingga 2 Juta Unit

Mulai 2027 Kendaraan Dinas Pakai Motor Listrik

Bareskrim Ungkap Lima Laboratorium Narkoba Rahasia di Indonesia 

China Tangkap 7 Warganya di China Terkait Pabrik Sabu di Aceh

BCA Mobile Error Berjam-jam

BCA Catat Laba Rp 45,2 Triliun Selama 9 Bulan

Fadli Zon Dilaporkan ke Bareskrim Polri

Menteri Fadli Zon: 80% Warga Indonesia Dengar Musik Lokal

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Kamis, Oktober 29, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

AS Tangkap Eks Pilot F-35, Dituding Latih Militer China Secara Ilegal

by Muhammad Fadhil
Februari 27, 2026
in BERITA TERBARU, GLOBAL, NEWS
AS Tangkap Eks Pilot F-35, Dituding Latih Militer China Secara Ilegal

Dalam foto yang dirilis oleh Angkatan Laut AS ini, sebuah F-35C Lightning II, yang tergabung dalam Skuadron Serangan Pesawat Tempur Marinir (VMFA) 314, bersiap melakukan pendaratan dengan penahan di dek penerbangan kapal induk kelas Nimitz USS Abraham Lincoln (CVN 72) di Laut Arab pada 12 Februari 2026. (AFP/SONNY ESCALANTE)

ASPEK.ID, WASHINGTON – Amerika Serikat kembali diguncang kasus sensitif terkait keamanan pertahanan. Departemen Kehakiman AS (DOJ) mengumumkan penangkapan mantan perwira Angkatan Udara, Gerald Brown (65), atas dugaan memberikan pelatihan militer kepada Angkatan Udara China tanpa otorisasi resmi pemerintah.

Brown, mantan Mayor AU AS yang pernah menerbangkan jet tempur canggih F-35 Lightning II, ditangkap di Indiana pada Rabu (25/2). Ia didakwa memberikan serta berkonspirasi memberikan layanan pertahanan kepada personel militer China secara ilegal.

“Mantan pilot tempur elit ini diduga mengkhianati negaranya dengan melatih pilot China untuk melawan pihak yang sebelumnya ia sumpah untuk lindungi,” ujar Roman Rozhavsky, Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen dan Spionase FBI, dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Al Jazeera, Jumat (27/2).

BacaJuga

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

KPK Sisir Kantor Djarum di Kudus & Kantor Bea Cukai Kudus

Mahasiswa UI dan Warga Padati Bundaran Hl

Prabowo Dirugikan dari Ketegangan RI-Singapura

Rozhavsky menegaskan bahwa Beijing secara aktif memburu dan memanfaatkan keahlian personel militer Barat—baik yang masih aktif maupun pensiunan—untuk mempercepat modernisasi kekuatan tempurnya.

“Penangkapan ini menjadi peringatan tegas,” katanya.

Jaksa AS untuk Distrik Columbia Jeanine Ferris Pirro juga menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelanggaran semacam ini. “Brown dan siapa pun yang berkonspirasi melawan negara ini akan dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Menurut dokumen DOJ, Brown mengabdi selama 24 tahun di Angkatan Udara AS. Ia pernah memimpin misi tempur serta menangani unit-unit strategis, termasuk sistem yang berkaitan dengan pengiriman senjata nuklir.

Setelah pensiun pada 1996, ia berkarier sebagai pilot kargo komersial. Dalam beberapa tahun terakhir, Brown diketahui bekerja sebagai kontraktor pertahanan yang melatih pilot AS mengoperasikan jet tempur F-35 dan A-10.

Namun penyelidikan menyebut, ia mulai menjalin kerja sama dengan pihak China setelah melakukan perjalanan ke negara tersebut pada Desember 2023. Brown disebut menetap di sana hingga kembali ke AS pada awal Februari 2026, sebelum akhirnya ditangkap.

Kontrak pelatihan tersebut diduga dinegosiasikan oleh Stephen Su Bin—warga negara China yang pada 2016 pernah dijatuhi hukuman empat tahun penjara karena terlibat peretasan kontraktor pertahanan AS untuk mencuri rahasia militer.

Pola yang Berulang

Kasus ini bukan yang pertama. Sebelumnya, mantan pilot Korps Marinir AS Daniel Duggan ditangkap di Australia pada 2022 atas tuduhan serupa: memberikan pelatihan kepada militer China tanpa izin, yang melanggar Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata AS.

Duggan kini masih berupaya melawan proses ekstradisi ke Amerika Serikat. Pengacaranya bahkan menyebut kasus tersebut sebagai preseden yang belum pernah terjadi dalam praktik hukum Australia, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Kekhawatiran soal perekrutan personel militer Barat oleh China juga telah disuarakan secara terbuka. Pada 2024, pemerintah AS bersama Australia, Kanada, Selandia Baru, dan Inggris merilis peringatan bersama terkait upaya sistematis Beijing merekrut talenta militer Barat.

“Wawasan yang diperoleh Tentara Pembebasan Rakyat dari talenta militer Barat mengancam keselamatan individu yang menjadi sasaran, rekan-rekan dinas mereka, serta keamanan AS dan sekutunya,” bunyi pernyataan tersebut.

Pemerintah AS kembali menegaskan, setiap warga negara yang memberikan pelatihan atau keahlian militer kepada negara asing tanpa izin resmi dapat dikenai sanksi perdata maupun pidana.

Kasus Brown kini menjadi sorotan baru dalam ketegangan strategis antara Washington dan Beijing, terutama dalam isu perlindungan teknologi militer mutakhir dan keamanan nasional. []

Komentar
Share15Tweet9SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Jokowi Mau RAPBN 2025 Akomodasi Semua Program Prabowo

Pengamat: Rahasia Jokowi di 2019 Berpotensi Ditiru Prabowo untuk Cari Cawapres 2029

  ASPEK.ID, JAKARTA - Pengamat politik M. Tri Andika menyoroti peluang Presiden Prabowo Subianto meniru strategi Presiden ke-7 RI Joko...

RUPST Pertamina Tetapkan Dua Komisaris Baru

Menko Bahlil Dorong Pertamina Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak untuk Genjot Produktivitas

ASPEK.ID, JAKARTA - Menko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyatakan pemegang konsesi minyak dan gas...

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

Presiden Negara Ini Tidak Punya Ijazah SMA, 4 Kali Menang Presiden

ASPEK.ID BRASIL -Luiz Inacio Lula da Silva kembali memenangkan Pemilihan Presiden Brasil 2026, Minggu. Ia terpilih untuk masa jabatan keempatnya...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In