• Latest
  • Trending

OJK Geledah Kantor Mirae Asset, Saham Rp 14 Triliun Dibekukan

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Aturan Baru Penerbangan Dalam Negeri saat Pandemi

Terminal 2 Bandara Soetta Berasap, Ini Faktanya

Bos BI Bertemu Dasco-Purbaya, Sepakati 2 Jurus Jaga Rupiah

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Silmy Karim

KPK Angkut Moge hingga Mobil Mewah Usai Geledah Rumah Silmy Karim

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Bandara Maumere Ditutup

Gunung Lewotobi di NTT Meletus, Bandara Maumere Ditutup

Bungkam Oman 3-0, Indonesia Sudahi Penantian 38 Tahun

Bungkam Oman 3-0, Indonesia Sudahi Penantian 38 Tahun

UM Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Jagung

UM Maumere Bolehkan Mahasiswa Bayar Kuliah Pakai Padi hingga Jagung

Rumah Mewah Silmy Karim Digeledah KPK, Puluhan Brimob Turun Mengawal

Rumah Mewah Silmy Karim Digeledah KPK, Puluhan Brimob Turun Mengawal

Telkom Cari 1.000 Karyawan, Ada Anak Usaha BUMN dan Swasta

Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Gaji Setara UMP Jakarta

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Minggu, Juni 7, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

OJK Geledah Kantor Mirae Asset, Saham Rp 14 Triliun Dibekukan

by Muhammad Fadhil
Maret 4, 2026
in BERITA TERBARU, BERITA UTAMA, EKONOMI, NEWS

Ilustrasi perdagangan saham. [Foto: Ist/HO]

ASPEK.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan di kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) yang berlokasi di kawasan Sudirman Central Business District (SCBD), Jakarta, Rabu (4/3). Langkah ini merupakan bagian dari penyidikan dugaan tindak pidana di sektor pasar modal yang tengah bergulir.

Penyidik Kelompok Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK, Daniel Bolly Hyronimus Tifaona, menjelaskan bahwa penggeledahan dilakukan untuk memperkuat pembuktian, terutama karena korporasi masih diduga memiliki keterkaitan dalam perkara tersebut.

“Berdasarkan hasil penyidikan, korporasinya masih terlibat. Penyidikan yang sedang berjalan ini kita kuatkan dengan mencari bukti-bukti lain di PT MA (Mirae Asset),” ujarnya di kawasan SCBD, Jakarta, Rabu (4/3).

BacaJuga

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Terminal 2 Bandara Soetta Berasap, Ini Faktanya

Bos BI Bertemu Dasco-Purbaya, Sepakati 2 Jurus Jaga Rupiah

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perkara ini berkaitan dengan dugaan manipulasi informasi saat proses penawaran umum perdana saham (IPO), praktik insider trading, serta transaksi semu yang melibatkan sejumlah pihak terafiliasi dan nominee. Rangkaian transaksi tersebut diduga memicu lonjakan harga saham PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS) hingga sekitar 7.150 persen dalam kurun waktu 2020–2022.

Dalam penanganan kasus ini, OJK telah membekukan sekitar 2 miliar lembar saham dengan nilai kurang lebih Rp 14,5 triliun. Saham tersebut tercatat memiliki harga sekitar Rp 7.000 per lembar dan untuk sementara tidak dapat diperdagangkan.

“Itu sekitar ada 2 miliar lembar saham dengan harga saham sekitar Rp 7.000 sekian yang totalnya Rp 14 triliun. Itu kami freeze (bekukan), sementara tidak boleh dilakukan perdagangan,” tegasnya.

Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 25 orang saksi yang berasal dari internal MASI, manajemen BEBS, pihak perbankan, nominee, hingga sejumlah pihak lain yang dinilai terkait.

Dugaan pelanggaran ini disebut melibatkan ASS sebagai beneficial owner BEBS, MWK selaku mantan Direktur Investment Banking MASI, serta korporasi MASI sendiri.

OJK juga telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Status tersebut dinaikkan setelah proses pemeriksaan lanjutan dilakukan. Saat ini, penyelesaian perkara terhadap keduanya masih berjalan dan berkasnya telah dinyatakan lengkap serta dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut, menunggu penetapan P21.

“Sekarang dalam proses penyelesaian kasusnya. Sedangkan kasus korporasinya masih berjalan, oleh karena itu kita mencari alat bukti yang dengan hari ini kita lakukan penggeledahan,” kata Daniel.

OJK menegaskan, langkah penegakan hukum ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas pasar, meningkatkan transparansi, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap industri pasar modal nasional. []

Komentar
Share16Tweet10SendShareShare3Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

ASPEK.ID - Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah menunjuk salah satu putranya sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) dalam perombakan kabinet besar-besaran....

Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

ASPEK.ID, JAKARTA - Pemerintah membantah dengan tegas isu yang berhembus bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank...

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

ASPEK.ID - Pemerintah Korea Selatan tetap melanjutkan rencana pemasangan fasilitas pendingin udara atau air conditioner (AC) di sejumlah penjara. Kebijakan...

Load More
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Saatnya Menatap ke Depan dan Menyatu untuk Tumbuh

Rombak Direksi, PT Timah Kini Punya Wadirut

Gibran Ungkap Kondisi Prabowo Usai Operasi Besar

Besok Sidang Kabinet Paripurna di Istana, 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Bahlil Buka-bukaan Soal Ratas Prabowo di Hambalang

Bahlil:  Ada Asing di Balik Kisruh Rempang

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Pangeran Abdul Mateen Ditunjuk Jadi Menlu

Prabowo Teken Keppres Adies Kadir Jadi Hakim MK

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Korsel Pasang AC di Penjara Demi Antisipasi Cuaca Panas Ekstrem

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

Purbaya Yakin RI Jauh dari Krisis 1998, Sebut Fiskal dan Ekonomi Masih Kuat

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In