ASPEK.ID, JAKARTA – Final FIFA Series 2026 menghadirkan ujian sesungguhnya bagi Timnas Indonesia. Berhadapan dengan Bulgaria, skuad Garuda bukan hanya mengejar trofi, tetapi juga pembuktian level saat bersua tim Eropa.
Laga digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (30/3) pukul 20.00 WIB.
Bulgaria melaju ke partai puncak dengan performa mencolok usai menghancurkan Kepulauan Solomon 10-2. Indonesia tak kalah meyakinkan, melangkah ke final setelah menang telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Namun secara statistik, Bulgaria masih lebih diunggulkan. Tim berjuluk The Lions itu berada di peringkat 87 FIFA, sementara Indonesia tertahan di posisi 121.
Rekor pertemuan pun belum berpihak pada Merah Putih. Dari dua laga sebelumnya, Indonesia belum pernah menang—sekali imbang dan sekali kalah.
Head to head:
- 1959: Indonesia 0-0 Bulgaria
- 1973: Indonesia 0-4 Bulgaria
Rekor Herdman Jadi Catatan, Tapi Bukan Vonis
Sorotan juga tertuju pada pelatih Indonesia, John Herdman. Pengalaman menghadapi tim Eropa belum terlalu menggembirakan.
Sepanjang kariernya, Herdman mencatatkan satu kemenangan, satu imbang, dan empat kekalahan saat melawan tim asal Benua Biru. Satu-satunya kemenangan diraih saat menangani Kanada U-23 dengan skor 1-0 atas Turki U-23.
Sisanya, kekalahan datang saat menghadapi Islandia, Kroasia, hingga Belgia, termasuk di ajang Piala Dunia 2022.
Meski begitu, laga final ini membuka peluang bagi Herdman untuk memperbaiki catatan sekaligus mengangkat kepercayaan diri tim.
Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menegaskan kesiapan tim menghadapi tantangan berbeda dari lawan Eropa. Pihaknya siap memberi kejutan di turnamen itu.
“Kami akan mempersiapkan seperti yang biasanya kami lakukan. Tentu dengan pelatih yang baru, staf yang baru, dengan perubahan yang baru,” ucap Jay Idzes.
“Namun, kami sudah tidak sabar untuk melawan Bulgaria, sebuah tim dari Eropa. Tentu ini menjadi laga yang berbeda, standar yang berbeda, dan kami tidak sabar untuk menguji diri kami sendiri melawan tim yang hebat,” sambungnya.
Bek milik Sassuolo itu juga tengah dalam momentum positif usai menyabet penghargaan pemain terbaik pria di PSSI Awards 2026.
“Menurut saya sangat luar biasa kami dapat melakukan ini, dan bahwa PSSI mengambil inisiatif untuk melakukan hal ini. Saya merasa sangat terhormat dapat menerima penghargaan ini,” ujarnya.
Di kubu lawan, Bulgaria datang dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi tetap berhati-hati. Striker Vladimir Nikolov menegaskan timnya tidak akan meremehkan Indonesia.
“Kami kurang lebih tahu apa yang akan terjadi, kam seharusnya tidak meremehkan pertandingan ini. Namun saya jamin kami akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk duel hari Senin,” kata Nikolov.
“Seperti yang Anda lihat, cuacanya sangat sulit. Kami akan melakukan yang terbaik untuk beradaptasi dengan cuaca dan situasi, serta tampil di level tertinggi,” tambahnya.
Menjelang laga krusial, Indonesia kehilangan Mauro Zijlstra akibat cedera.
Penyerang muda itu harus dipulangkan setelah mengalami benturan saat tampil sebagai pemain pengganti di laga sebelumnya.
Sebagai pengganti, PSSI memanggil Jens Raven yang sebelumnya sudah masuk dalam daftar pemain.
Absennya Mauro jelas menjadi kerugian, namun sekaligus membuka ruang bagi Raven untuk mencuri perhatian di panggung besar. []
























