ASPEK.ID, ACEH JAYA – Kabar duka datang dari Kabupaten Aceh Jaya. Teungku Nyak Sandang, tokoh yang dikenal sebagai salah satu penyumbang dana pembelian pesawat Seulawah RI-001, meninggal dunia pada Selasa (7/4) sekitar pukul 12.20 WIB.
“Iya benar, beliau sudah meninggalkan kita semua,” kata Camat Jaya, Syamsuddin, Selasa (7/4).
Kepergian Nyak Sandang meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Aceh yang mengenalnya sebagai sosok dermawan dan tokoh berpengaruh dalam kehidupan sosial.
Nama Nyak Sandang tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam upaya mempertahankan kedaulatan negara di masa awal kemerdekaan.
Ia dikenal luas sebagai salah satu masyarakat Aceh yang ikut menyumbangkan harta pribadinya untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001, pesawat pertama milik Republik Indonesia pada masa Presiden Soekarno.
Kisah pengorbanannya bermula pada 1948, saat Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh untuk menggalang dukungan rakyat. Saat itu, Nyak Sandang yang masih berusia 23 tahun mengambil langkah besar dengan menjual sebidang tanah serta emas seberat 10 gram.
Dari hasil penjualan tersebut, ia memperoleh uang sebesar Rp100 dan kemudian menyerahkannya untuk membantu perjuangan negara.
Secara keseluruhan, masyarakat Aceh kala itu berhasil menghimpun dana sekitar SGD 120.000 serta sekitar 20 kilogram emas murni, yang kemudian digunakan untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001. []
























