ASPEK.ID, JAKARTA – Penerapan hari pertama work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat (10/4) membuat sejumlah kantor kementerian di Jakarta terpantau sepi.
Pantauan di Kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, sejak pukul 08.00 WIB menunjukkan kondisi yang lengang. Area parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, terlihat jauh lebih kosong dibanding hari kerja biasanya.
Suasana serupa juga tampak di dalam gedung. Di bagian lobi, tidak terlihat aktivitas pegawai, hanya beberapa petugas keamanan yang berjaga.
“Hari pertama WFH suasananya seperti ini,” kata seorang petugas keamanan.
Tak hanya itu, kantin di lingkungan kantor tersebut juga tutup. Kursi-kursi di area makan tampak ditumpuk di atas meja, menandakan tidak adanya aktivitas jual beli.
Kondisi yang sama terlihat di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang masih berada dalam satu kompleks. Aktivitas perkantoran nyaris tidak terlihat, begitu juga dengan kantin yang tidak beroperasi.
Sepinya suasana juga terjadi di Kantor Kementerian Kebudayaan. Area parkir hingga lobi gedung tampak minim aktivitas.
Sebagai informasi, pemerintah mulai menerapkan kebijakan WFH bagi ASN satu hari dalam sepekan, yakni setiap Jumat. Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi energi di tengah dinamika konflik global.
Selain WFH, pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan dinas dan mendorong ASN untuk menggunakan transportasi umum.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan ini berpotensi menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp6,2 triliun.
“Potensi penghematan dari kebijakan Work from Home ini yang langsung ke APBN adalah Rp6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM,” ujarnya dalam konferensi pers daring, Selasa (31/3). []
























