ASPEK.ID, JAKARTA – Suasana duka menyelimuti pemakaman Fauzi Orbanta, korban kecelakaan helikopter Airbus H130 PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi prosesi terakhir almarhum di Kota Jambi.
Jenazah Fauzi disalatkan di Masjid Baitul Insyirah, Sabtu (18/4) selepas Zuhur. Setelah itu, almarhum langsung dimakamkan di TPU Pusara Agung.
Sejumlah kerabat mengenang sosok Fauzi sebagai pribadi yang baik dan hangat. Petugas operasional Masjid Baitul Insyirah, Syahid Husein, mengatakan almarhum cukup sering terlihat beribadah berjamaah saat tidak sedang bertugas ke luar daerah.
“Saya sudah lima tahun menjadi marbut masjid ini, kadang kalau pas tidak dinas keluar daerah almarhum sering shalat berjamaah di sini (Baitul Insyirah),” ungkap Syahid dilansir Antara, Sabtu (18/4).
Menurut Syahid, meski tidak selalu berada di lingkungan perumahan karena pekerjaan, Fauzi tetap dikenal ramah kepada warga sekitar.
Kenangan serupa juga disampaikan Amri Tarigan, kerabat dekat sekaligus mantan bawahan Fauzi. Ia menyebut almarhum sebagai sosok yang mengayomi di tempat kerja.
“Ia (almarhum) selalu bersikap dewasa dan mengayomi layaknya sebagai orang tua,” kata Amri.
Fauzi merupakan satu dari delapan korban tewas dalam kecelakaan helikopter yang terjadi pada Kamis (16/4). Jenazahnya tiba di Jambi pada pukul 10.10 WIB menggunakan penerbangan Batik Air.
Selain Fauzi, korban lain yakni Marindra Wibowo (pilot), Harun Arasyid (co-pilot), Patrick Kee Chuan Peng, Tan Keng Liam, Sugito Karuna, Joko Catur Prasetyo Sulistyo Wibowo, dan Charles L telah dipulangkan ke daerah masing-masing.
Sebelumnya, helikopter tersebut dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari satu kawasan perkebunan sawit menuju lokasi lain dalam satu grup perusahaan.
Berdasarkan kronologi, helikopter lepas landas dari helipad PT CMA di Desa Nanga Keruap, Kabupaten Melawi pada pukul 07.34 WIB. Namun, pada pukul 08.39 WIB, pesawat dilaporkan hilang kontak saat menuju helipad PT GAN di Desa Teluk Bakung, Kabupaten Kubu Raya.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pukul 15.25 WIB, serpihan ekor helikopter ditemukan di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.
Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, termasuk Fauzi yang dikenal sebagai pribadi hangat di lingkungan tempat tinggal maupun pekerjaannya. []























