ASPEK.ID, NTT – Sejumlah jalur transportasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terganggu setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (15/8/2026). Beberapa ruas jalan dilaporkan tertutup material longsor.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengatakan pemulihan akses transportasi menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan setelah gempa.
“Jalur-jalur transportasi, jalur-jalur komunikasi, ini juga yang tahap berikutnya yang akan dipulihkan,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Sabtu (15/8/2026).
Menurut Suharyanto, Kementerian Pekerjaan Umum telah mengerahkan personel beserta peralatan untuk menangani akses jalan yang terdampak. Tim akan segera melakukan pembukaan jalur yang tertutup akibat longsor.
“Memang dilaporkan bahwa ada beberapa jalan yang tertutup longsor,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi wilayah yang masih sulit dijangkau melalui jalur darat, BNPB juga menyiapkan dukungan transportasi udara. Dua helikopter dan satu pesawat Caravan disiapkan untuk mendukung proses penanganan di lapangan.
Selain itu, TNI, Polri, dan Basarnas juga telah menyiapkan dukungan armada apabila diperlukan. Jumlah armada yang nantinya dikerahkan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lokasi terdampak.
“Berapa jumlahnya, berapa unit yang harus dikerahkan, tentu saja ini nanti setelah kami datang di lapangan, melihat situasi yang sebenarnya,” jelas Suharyanto.
BNPB terlebih dahulu akan melakukan asesmen serta mengumpulkan informasi mengenai kondisi di lapangan. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan personel maupun alutsista yang harus dikerahkan.
Di sisi lain, BNPB turut mengantisipasi kemungkinan terganggunya jaringan komunikasi di wilayah terdampak gempa. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai gangguan sinyal telepon seluler maupun jaringan komunikasi.
Namun, BNPB menyiapkan perangkat komunikasi alternatif, termasuk Starlink, untuk memastikan koordinasi dan komunikasi tetap berjalan apabila jaringan komunikasi konvensional mengalami kendala. []
















