ASPEK.ID, JAKARTA – Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Sabtu (15/8/2026). Gunung api tersebut hingga kini masih berstatus Level II atau Waspada.
Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu, Richard, mengatakan aktivitas erupsi Gunung Ibu masih cukup sering terjadi. Interval erupsi tercatat berkisar antara 30 menit hingga satu jam.
“Gunung Ibu saat ini masih di Level 2 Waspada. Warga dan wisatawan dilarang beraktivitas di radius 2 km,” kata Richard saat dikonfirmasi, Sabtu (15/8/2026).
Berdasarkan pemantauan, tinggi kolom abu erupsi Gunung Ibu bervariasi antara 200 hingga 1.000 meter. Aktivitas kegempaan juga masih fluktuatif dan didominasi gempa-gempa vulkanik.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terbaru terjadi pada Sabtu sekitar pukul 15.32 WIT.
Saat erupsi tersebut, kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal dan bergerak condong ke arah utara.
Erupsi tersebut terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi sementara sekitar 39 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat, pengunjung, wisatawan, serta nelayan untuk tidak mendekati kawah aktif Gunung Ibu dalam radius 2 kilometer. Selain itu, terdapat perluasan sektor sejauh 3,5 kilometer ke arah utara dari kawah aktif.
Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi hujan abu. Jika terjadi hujan abu, warga yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut serta kacamata pelindung.
PVMBG meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpancing isu atau narasi yang tidak memiliki sumber terpercaya.
Richard mengingatkan masyarakat untuk selalu mengikuti arahan pemerintah daerah serta informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Ibu.
Pemkab Halmahera Barat juga diimbau terus berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Gam Ici guna memperoleh informasi terkini mengenai aktivitas vulkanik.
Perkembangan aktivitas dan rekomendasi terkait Gunung Ibu juga dapat dipantau masyarakat melalui aplikasi Magma Indonesia. []












