ASPEK.ID, JAKARTA – Sebanyak 320 warga negara asing (WNA) pelaku sindikat judi online (judol) hasil penggerebekan di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, dititipkan ke rumah detensi Imigrasi (rudenim). Para pelaku digiring keluar gedung perkantoran dengan pengawalan ketat aparat Brimob bersenjata lengkap.
Pantauan di lokasi, Minggu (10/5), para WNA mulai dikeluarkan dari gedung sekitar pukul 17.18 WIB. Mereka tampak mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan terikat kabel ties.
Ratusan pelaku itu berjalan berbaris sambil menunduk menuju sejumlah bus yang telah disiapkan untuk proses pemindahan ke rudenim.
“Rencana pada hari ini, kita akan menitipkan para pelaku ke rumah detensi Imigrasi, yang nantinya akan dibagi menjadi 2 tempat. Yang pertama di Kuningan dan yang satunya lagi ada di Jakarta Barat,” kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Wira Satya Triputra, di lokasi.
Wira mengatakan penitipan dilakukan karena mayoritas pelaku berstatus WNA sehingga penanganannya turut berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. Sementara satu orang warga negara Indonesia (WNI) tetap dibawa ke Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Perlu kami sampaikan bahwa terhadap 321 pelaku, yang kami akan titipkan adalah 320. Karena mereka adalah warga negara asing. Sedangkan yang 1 orang, akan tetap kami bawa ke Bareskrim,” imbuhnya.
Diketahui, total 321 orang diamankan dalam penggerebekan markas judi online di gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk pada Kamis (7/5). Para pelaku berasal dari sejumlah negara dan diduga menjalankan operasional situs judi online dari lokasi tersebut.
“Para pelaku kami tangkap dalam keadaan tertangkap tangan, dalam arti para pelaku sedang melakukan operasional ataupun kegiatan daripada judi online. Dari para pelaku yang berhasil kita amankan, jumlahnya mencapai 321 orang,” kata Wira kepada wartawan, Sabtu (9/5).
Selain itu, polisi juga menemukan fakta bahwa para WNA tersebut masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata. Namun, masa berlaku visa mereka disebut telah habis.
Berikut ini asal negara para WNA tersebut:
- Vietnam: 228 orang
- China: 57 orang
- Myanmar: 13 orang
- Laos: 11 orang
- Thailand: 5 orang
- Malaysia: 3 orang
- Kamboja 3 orang
























