ASPEK.ID, JAKARTA – Dua kapal yang beroperasi untuk Pertamina, yakni Gamsunoro dan Pertamina Pride, hingga kini belum dapat melintasi Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi intensif agar kedua kapal tersebut segera memperoleh izin melintas.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan komunikasi dengan pihak terkait masih berjalan dan menunjukkan perkembangan yang baik.
“Masih positif,” ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (11/5).
Bahlil menjelaskan koordinasi terus dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), termasuk menjalin komunikasi dengan pemerintah Iran terkait situasi di kawasan tersebut.
“Kita terus melakukan komunikasi intens dengan pihak dari Iran. Kolaborasi ESDM dengan Kemenlu itu juga kita lakukan terus. Doakan ya,” ujar Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4).
Meski demikian, Bahlil enggan membeberkan detail pembicaraan yang sedang berlangsung. Menurutnya, situasi geopolitik di kawasan membuat pemerintah harus berhati-hati dalam membuka informasi ke publik.
“Karena tidak semua harus kita sampaikan kepada publik. Ini bicara geopolitik dalam kondisi seperti ini, ya boleh kita terbuka tapi jangan terlalu banyak terbuka-terbukalah,” terang Bahlil.
Sebelumnya, Pejabat Sementara Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping, Vega Pita, mengungkapkan ada dua kapal Pertamina yang masih tertahan di kawasan Teluk Arab. Namun ia memastikan kondisi kapal dan awak tetap aman.
“Dua kapal di Teluk Arab, belum bisa (lewati Selat Hormuz). Kondisinya aman,” kata Vega kepada detikcom, Minggu (19/4/2026).
Berdasarkan data situs pelacak kapal Vessel Finder, hingga pekan lalu kapal Pertamina Pride masih terpantau berada di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi. Sementara kapal Gamsunoro terdeteksi berada di sekitar perairan Dubai, Uni Emirat Arab.
Pihak Pertamina, lanjut Vega, terus melakukan pemantauan dan menyiapkan skenario pelayaran agar kedua kapal dapat segera melintasi Selat Hormuz ketika jalur dinyatakan aman untuk dilalui.
“Kita tetap monitor dan siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz,” jelas Vega. []























