ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memecat seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pertanian terkait dugaan penyelewengan anggaran hampir Rp 500 juta. Pegawai berinisial C itu kini masuk daftar pencarian orang (DPO).
Amran mengatakan keputusan pemecatan resmi diteken pada 7 Mei 2026. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya bersih-bersih internal di Kementerian Pertanian.
“Kami baru tanda tangan pemecatannya, tanggal 7 Mei 2026 kami berhentikan, inisialnya C, sekarang DPO,” kata Amran, Rabu (20/5).
Menurut Amran, penyalahgunaan anggaran negara tidak bisa ditoleransi, apalagi saat pemerintah tengah fokus memperkuat ketahanan pangan nasional. Ia menegaskan tak ada ruang bagi praktik korupsi maupun permainan anggaran di kementeriannya.
Amran menyebut pengumuman kasus ini sengaja disampaikan ke publik agar masyarakat dan pihak yang berkaitan dengan sektor pertanian lebih waspada terhadap praktik mafia anggaran.
“Baru kami keluarkan pemecatannya. Ini supaya seluruh masyarakat yang ada hubungannya dengan pertanian waspada berhati-hati terhadap mafia yang gentayangan di mana-mana,” ujarnya.
Dia menilai besarnya anggaran di sektor pertanian berpotensi disalahgunakan jika pengawasan tidak diperketat. Karena itu, Kementan berharap aparat penegak hukum segera menangkap ASN tersebut guna mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat.
Amran mengaku keputusan memecat pegawai internal bukan hal mudah. Namun, langkah itu tetap diambil demi menjaga integritas lembaga dan kepercayaan publik.
“Kita benar saja masih difitnah apalagi kalau kita tidak benar. Aku tuh kadang merasa sedih juga kalau saya pecat orang, tapi kita lakukan,” tegasnya.
Meski demikian, Amran belum membeberkan detail jabatan maupun unit kerja ASN berinisial C tersebut. Ia hanya memastikan yang bersangkutan merupakan staf internal Kementerian Pertanian.
Selain itu, proyek yang diduga terkait penyelewengan anggaran juga belum diungkap karena proses pengejaran terhadap tersangka masih berlangsung. Menurutnya, detail kasus akan dibuka setelah yang bersangkutan berhasil ditangkap.
“Mudah-mudahan ditangkap dan menunjuk lagi siapa temannya di pertanian dan di luar. Itu harus kita bersihkan. Itu perintah Bapak Presiden tidak ada lagi kompromi, tidak ada lagi ruang untuk bermain-main. Ini uang rakyat kita pertanggungjawabkan,” kata Amran. []























