ASPEK.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menanggapi kabar penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai pimpinan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Sarmuji menekankan pentingnya kompetensi dan integritas dalam pengelolaan perusahaan tersebut.
“Kompetensi dan integritas adalah kunci karena PT DSI akan mengelola pejualan sumber daya yang sangat besar,” kata Sarmuji kepada wartawan, Jumat (22/5
Anggota Komisi VI DPR RI itu berharap kepemimpinan Luke Thomas dapat mencegah terjadinya penyelewengan dalam pengelolaan sumber daya alam. Menurutnya, penunjukan sosok dari luar lingkaran pertemanan politik bisa meminimalkan praktik kongkalikong.
“Tujuannya agar tidak ada penyelewengan lagi. Presiden mungkin bermaksud memutus rantai kongkalikong yang melibatkan perkawanan,” kata Sarmuji.
“Dengan Luke Thomas sebagai dirut, kemungkinan jalur perkawanan akan lebih minim,” tambahnya.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa PT DSI akan dipimpin Luke Thomas Mahony. Rosan mengatakan saat ini pihaknya masih mematangkan struktur perusahaan tersebut.
“Untuk saat ini, Luke Thomas. Ada Thomas,” kata Rosan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5).
Rosan menyebut pihaknya akan menggelar sejumlah pertemuan guna menyerap masukan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi usaha dan kamar dagang. Sosialisasi terkait pembentukan PT DSI juga akan dilakukan.
“Nanti kan kita, ini dulu. Tadi meeting. Nanti kita mau ini dulu, mendengarkan masukan. Nanti sore juga dari semua asosiasi, para Kadin, Apindo, asosiasi sawit APBI, batubara, semua kita juga sekaligus sosialisasi. Jadi kita pun nanti jam 4,” ujarnya.
Meski begitu, Rosan belum menjelaskan alasan detail penunjukan Luke Thomas Mahony sebagai direktur utama PT DSI. Ia mengatakan susunan lengkap tim PT DSI akan diumumkan setelah proses penguatan struktur rampung.
“Ya ini kan kita lagi dalam tahap untuk menguatkan tim. Nanti kita akan, nanti akan kita tampilkan full-nya tim. Bisa dilihat track record-nya apa, kemampuannya jelas gitu. Seperti kita bangun Danantara dulu,” ujarnya.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA). Melalui aturan tersebut, ekspor sejumlah komoditas strategis wajib dilakukan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang ditunjuk pemerintah. []
























