ASPEK.ID, JAKARTA – Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR masih menemukan sejumlah persoalan dalam pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Salah satu yang menjadi sorotan ialah ketersediaan dan distribusi obat di sektor pelayanan kesehatan.
Ketua Timwas Haji DPR, Cucun Ahmad Samsurijal, mengatakan pemerintah tahun ini sebenarnya sudah membuka satelit pelayanan kesehatan di setiap pemondokan jemaah haji.
Menurutnya, satelit pelayanan kesehatan itu bisa dimanfaatkan jemaah saat mengalami kondisi darurat sebelum dirujuk ke Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Aziziyah.
Selain itu, pelayanan kesehatan bagi jemaah Indonesia juga telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit swasta di Arab Saudi.
“Namun, kita masih mengalami kesulitan terkait ketersediaan obat dan distribusi ke setiap sektor, distribusi ke setiap satelit yang ada. Karena di satelit juga kita menggunakan tenaga-tenaga dokter kloter yang melekat dari daerahnya,” kata Cucun dalam keterangannya, Jumat (22/5).
Cucun menyebut persoalan tersebut akan menjadi catatan Timwas Haji DPR untuk perbaikan penyelenggaraan haji tahun depan.
“Ini catatan, kalau sekarang sudah akan pindah nanti di tahun depan itu ke Kepala Pusat Kesehatan Haji di Kementerian Haji, kita ingin pelayanan kesehatan dan ketersediaan obat itu betul-betul maksimal,” katanya.
Meski begitu, Cucun menilai pelayanan kesehatan haji tahun ini menunjukkan perbaikan dibanding sebelumnya. Ia mengapresiasi semangat tenaga kesehatan yang disebut tetap melayani jemaah selama 24 jam penuh.
Selain itu, minimnya gangguan kesehatan yang dialami jemaah juga dinilai menjadi indikator pelayanan kesehatan berjalan cukup baik.
“Itu juga didukung kesadaran jemaah untuk terus memeriksakan dirinya, untuk mengontrol dirinya tentang tensinya, kemudian juga kondisi kesehatan setiap hari di satelit ini yang di pusat pelayanan kesehatan di setiap sektor itu terus berjalan,” ujarnya. []
























