ASPEK.ID, JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Golkar di MPR RI Melchias Markus Mekeng meminta agar pendanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengambil porsi anggaran pendidikan dalam APBN. Menurutnya, pemerintah perlu mencari sumber pembiayaan lain agar program tersebut tetap berjalan tanpa mengganggu sektor pendidikan.
“Jadi, kalau memang program MBG terus dilaksanakan, ya, kami berharap Menteri Keuangan cari sumber pendanaan yang lain, agar program MBG tetap berjalan,” kata Mekeng usai diskusi Fraksi Golkar MPR RI di Bintaro, Tangerang Selatan, Selasa (26/5).
Mekeng mengatakan pihaknya akan menyurati Presiden RI Prabowo Subianto terkait persoalan tersebut. Dia berharap anggaran pendidikan tetap dipertahankan sesuai amanat konstitusi.
“Ya, mudah-mudahan surat kami bisa diterima dan ditanggapi dengan positif,” ujarnya.
Meski demikian, Mekeng menegaskan Fraksi Golkar tetap mendukung program MBG. Dia menilai program tersebut membawa manfaat besar bagi anak-anak, terutama dalam pemenuhan gizi.
“Kami setuju dengan program MBG. Karena program MBG itu manfaatnya banyak, tapi kami juga concern terhadap pendidikan karena pendidikan itu ya dari prasarana, dari guru, segala macam itu sekarang menjadi persoalan dasar juga,” imbuh dia.
Menurut Mekeng, Undang-Undang Dasar 1945 telah mengatur alokasi minimal 20 persen APBN untuk pendidikan. Karena itu, dia menilai anggaran tersebut tidak seharusnya dialihkan untuk kebutuhan lain.
“Sudah ada itu 20% itu untuk pendidikan dan tidak bisa diarti-luaskan dengan berbagai macam yang ada kaitan dengan pendidikan,” ungkapnya.
“Kalau pendidikan itu, kan, ada murid, ada guru, ada sekolahnya dan fasilitas-fasilitasnya, itu satu rangkaian, begitu,” sambung Mekeng. []
























