ASPEK.ID, JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan seluruh proses pergerakan jemaah haji Indonesia pada fase puncak ibadah haji atau Armuzna berlangsung lancar dan terkendali. Saat ini seluruh jemaah Indonesia telah berada di Mina untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji.
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan seluruh jemaah telah diberangkatkan dari Arafah menuju Muzdalifah, lalu melanjutkan perjalanan ke Mina untuk menjalani mabit dan lontar jumrah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian pergerakan jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah dan dilanjutkan ke Mina berjalan sesuai rencana operasional. Pergerakan terakhir jemaah dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung pada pukul 02.40 waktu Arab Saudi, sementara proses pergerakan dari Muzdalifah menuju Mina selesai pada pukul 07.00 waktu Arab Saudi dan area Muzdalifah telah dinyatakan steril,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (28/5).
Menurut Maria, kelancaran proses Armuzna tahun ini tidak lepas dari kerja sama antara petugas haji Indonesia, otoritas Arab Saudi, dan kedisiplinan jemaah selama mengikuti rangkaian ibadah.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaah haji Indonesia atas kedisiplinan, ketertiban, dan kepatuhan dalam mengikuti seluruh arahan petugas. Ketertiban jemaah menjadi salah satu kunci utama kelancaran pergerakan Armuzna tahun ini,” katanya.
Saat ini, fokus pelayanan dialihkan ke Mina. Kementerian Haji dan Umrah menyiagakan 751 petugas yang ditempatkan di tenda-tenda jemaah dan sejumlah titik layanan menuju Jamarat. Petugas juga disebar di kawasan Masjidil Haram untuk membantu kebutuhan jemaah.
Ratusan petugas tersebut dibagi ke dalam 10 satuan ad-hoc yang masing-masing bertugas mengawasi dan mendampingi 11 hingga 13 markas atau kawasan tenda jemaah.
“Penguatan layanan ini dilakukan agar jemaah mendapatkan pendampingan, pelindungan, dan bantuan secara cepat serta terkoordinasi selama fase Mina berlangsung,” ujar Maria.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar mematuhi jadwal lontar jumrah yang telah ditetapkan. Imbauan ini disampaikan mengingat suhu udara di Mina pada siang hari dapat mencapai 41 derajat Celsius.
“Kami mengimbau jemaah Indonesia untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10 pagi hingga 2 siang waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas dan kepadatan. Jemaah diharapkan tetap berada di dalam tenda dan mengikuti arahan petugas,” kata Maria.
Selain itu, jemaah diminta memanfaatkan jalur dua atau jalur atas yang telah ditetapkan sebagai rute resmi menuju Jamarat guna mengurangi risiko kepadatan arus pergerakan.
Maria juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama berada di Mina. Jemaah diminta memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, menggunakan pelindung kepala saat beraktivitas di luar tenda, serta mengurangi aktivitas yang tidak mendesak.
“Khusus bagi jemaah lansia, jemaah disabilitas, dan jemaah risiko tinggi, kami meminta keluarga kloter, ketua rombongan, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian dan pendampingan,” ujarnya.
Pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, Kementerian Haji dan Umrah turut menyampaikan doa bagi seluruh jemaah Indonesia yang tengah menunaikan ibadah haji.
“Kami mendoakan seluruh jemaah haji Indonesia diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji serta kembali ke Tanah Air dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh,” tutup Maria. []
























