ASPEK.ID, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui detail anggaran pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang disebut mencapai sekitar Rp 100 miliar.
Purbaya mengatakan dirinya belum memperoleh informasi terkait anggaran bantuan sapi kurban yang disalurkan Presiden pada Idul Adha 1447 Hijriah tersebut.
“Saya nggak tahu masalah itu. Saya cek, saya nggak tahu,” ujar Purbaya, Kamis (28/5).
Saat ditanya lebih lanjut mengenai sumber anggaran, Purbaya meminta agar hal itu dikonfirmasi kepada Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg). Menurutnya, pengelolaan anggaran tersebut kemungkinan berada di kementerian tersebut.
“Tanya Mensesneg. Saya rasa si uang mereka sendiri,” terang Purbaya.
Diketahui, Presiden Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban ke berbagai daerah pada perayaan Idul Adha tahun ini. Pengadaan hewan kurban tersebut sebelumnya disebut menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Penjelasan mengenai sumber anggaran itu disampaikan Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro. Ia mengatakan dana pengadaan sapi kurban berasal dari pos bantuan kemasyarakatan Presiden yang bersumber dari APBN.
“Jadi, sumber anggarannya dari APBN, ya, melalui anggaran bantuan Presiden, bantuan kemasyarakatan Presiden. Jadi, kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak Rp 100-an miliar, Rp 100 miliar,” ujar Juri di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/5).
Juri menjelaskan besaran anggaran disesuaikan dengan harga sapi di masing-masing daerah tujuan penyaluran. Secara keseluruhan, nilai pengadaan sapi kurban Presiden tahun ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 miliar. []
























