• Latest
  • Trending
Frans Antony Kirim Ratusan Miliar ke Gembong Narkoba Fredy Pratama Selama 7 Tahun

Frans Antony Kirim Ratusan Miliar ke Gembong Narkoba Fredy Pratama Selama 7 Tahun

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

21 Mobil Dapat Insentif Pajak 0 Persen Mulai Hari Ini

Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Hingga Rp 60.000/Jam

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

DPR Desak Kemenkeu Cairkan Dana Darurat Rp290 M untuk Karhutla

Pasar Cempaka Putih Terbakar, 25 Damkar Dikerahkan

Prabowo ke Kalimantan Cek Penanganan Karhutla

Kebakaran Bromo Meluas hingga 921 Hektare, Water Bombing Terkendala Kabut

Ditemukan 1.832 Titik Panas di Kalimantan Penyebab Karhutla

Gempa M7,7 Guncang NTT, Dua Warg Meninggal Dunia di Sikka

Relawan Gempa NTT Wafat Saat Antar Bantuan

Pertamina Tambah Titik Operasional BBM Satu Harga di NTB

Pertamina: Seluruh SPBU di Flores Telah Beroperasi

Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 12 Pesawat Terlambat

591 Sekolah di Sarawak Ditutup karena Asap dari RI

Setelah Terima Rp1,12 Miliar, Rektor Unsoed Diduga Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru

Setelah Terima Rp1,12 Miliar, Rektor Unsoed Diduga Beri Akses Bawahan Loloskan Calon Mahasiswa Baru

Gempa Kembali Terjadi di NTT pada Minggu 16 Agustus Berkekuatan M 5,2

Dentuman Saat Gempa di Yogyakarta, BMKG Beri Penjelasan

NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 14 Hari

Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, Pengungsi Tembus 110 Ribu

PT Wika Siap Bangun Gedung Tertinggi di Afrika Barat

Dony Oskaria: WIKA Buat Laporan yang Realistis Saja

  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
Aspek.id
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI
No Result
View All Result
Aspek.id
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

Frans Antony Kirim Ratusan Miliar ke Gembong Narkoba Fredy Pratama Selama 7 Tahun

by Muhammad Fadhil
Juni 20, 2026
in BERITA TERBARU, HUKUM, NEWS
Frans Antony Kirim Ratusan Miliar ke Gembong Narkoba Fredy Pratama Selama 7 Tahun

Tim Delegasi Polri memulangkan Frans Antony dari Malaysia ke Indonesia. Frans merupakan buronan TPPU dengan tindak pidana asal narkotika jaringan Fredy Pratama. (dok Istimewa)

ASPEK.ID, JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri mengungkap peran besar Frans Antony dalam jaringan narkotika internasional yang dikendalikan buronan Fredy Pratama. Pria yang disebut sebagai ‘bendahara’ Fredy itu diketahui telah berulang kali mengirim uang hasil bisnis narkoba ke Thailand selama bertahun-tahun.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso mengatakan aktivitas pengiriman uang tersebut berlangsung sejak 2017 hingga 2023. Dalam kurun waktu itu, Frans disebut melakukan pengangkutan dana hasil kejahatan narkotika secara rutin.

“Frans Antony melakukan kegiatan pengangkutan uang hasil kejahatan dari Indonesia ke Thailand telah berlangsung selama kurang lebih 7 tahun, terhitung sejak tahun 2017 hingga 2023,” ujar Eko, Sabtu (20/6).

BacaJuga

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Hingga Rp 60.000/Jam

DPR Desak Kemenkeu Cairkan Dana Darurat Rp290 M untuk Karhutla

Prabowo ke Kalimantan Cek Penanganan Karhutla

Ditemukan 1.832 Titik Panas di Kalimantan Penyebab Karhutla

Relawan Gempa NTT Wafat Saat Antar Bantuan

Menurut Eko, frekuensi pengiriman dilakukan dua hingga tiga kali setiap bulan. Jika diakumulasi, jumlah pengiriman yang dilakukan Frans mencapai sekitar 168 kali.

“Dengan frekuensi 2 hingga 3 kali setiap bulannya. Total frekuensi pengangkutan mencapai sekitar 168 kali selama periode tersebut,” lanjutnya.

Tak hanya rutin, nilai uang yang dibawa setiap kali pengiriman juga tergolong fantastis. Polisi menyebut nominal minimal yang diangkut mencapai Rp 1 miliar dalam satu kali perjalanan.

“Nilai minimal setiap kali pengangkutan adalah 1 miliar rupiah,” kata Eko.

Dalam pengusutan kasus ini, Bareskrim juga mengungkap modus yang digunakan Frans untuk menyamarkan asal-usul uang hasil penjualan narkotika. Uang yang terkumpul lebih dulu ditukarkan ke mata uang dolar Singapura sebelum dikirim ke Fredy Pratama yang berada di Thailand.

“Modus utama yang digunakan adalah menukarkan uang hasil kejahatan narkotika, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer yang tersebar di Indonesia. Uang hasil penjualan narkotika tersebut kemudian dikumpulkan dan diangkut langsung oleh Frans Antony,” terang Eko.

Menurutnya, pola tersebut dimanfaatkan untuk memecah aliran dana sekaligus mengaburkan sumber uang haram yang berasal dari perdagangan narkotika.

“Metode ini menjadi celah utama yang dimanfaatkan untuk memecah dan menyamarkan asal-usul uang haram sebelum dikirim ke luar negeri,” jelasnya.

Frans Antony ditangkap di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (17/6). Setelah diamankan, tim Dittipid Narkoba berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk mengurus proses pemulangannya ke Indonesia.

Polisi mengungkap Frans dan Fredy Pratama telah saling mengenal sejak duduk di bangku SMA di Kalimantan Selatan. Sejak 2023, Frans telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait jaringan narkotika yang dikendalikan Fredy.

Kini Frans telah berada di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, Fredy Pratama hingga kini masih berstatus buronan dan terus diburu aparat. []

Komentar
Share22Tweet14SendShareShare4Send
ADVERTISEMENT

Related Posts

85% Pekerja Profesional Indonesia Cari Kerja Baru di 2024

Gejala Demensia Bisa Muncul di Usia 40

ASPEK.ID, JAKARTA – Dokter spesialis saraf, dr Sendjaja Muljadi mengatakan anggapan penurunan fungsi kognitif baru terjadi pada usia 60 tahun...

21 Mobil Dapat Insentif Pajak 0 Persen Mulai Hari Ini

Tarif Parkir Jakarta Diusulkan Hingga Rp 60.000/Jam

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal usulan kenaikan tarif parkir di Jakarta hingga Rp 60.000 per...

Kebakaran Hutan 2019 Bikin Indonesia Rugi Rp 72 Triliun

DPR Desak Kemenkeu Cairkan Dana Darurat Rp290 M untuk Karhutla

ASPEK.ID, JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv mendesak Kementerian Keuangan mencairkan anggaran darurat sebesar Rp290 miliar untuk operasional...

Load More

Pasar Saham BUMN

ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Kontak
  • Iklan
No Result
View All Result
  • BERITA TERBARU
  • BUMN
  • EKONOMI
  • PERBANKAN
  • MARKET
  • POLITIK
  • NEWS
  • INFRASTRUKTUR
  • LIFESTYLE
  • TEKNOLOGI

© 2025 Aspek.id | PT. Aspek Citra Media

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In