JAKARTA – Perubahan jajaran direksi di lingkungan BUMN transportasi dan aviasi memunculkan fenomena menarik. Dua eksekutif, Tri Andayani dan Budi Setyawan Wijaya, secara efektif saling bertukar posisi kepemimpinan antara PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) dan PT Integrasi Aviasi Solusi (InJourney Aviation Services/IAS).
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PELNI pada 18 Juni 2026, Tri Andayani diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Utama PELNI dan digantikan oleh Budi Setyawan Wijaya. Sebelum ditunjuk memimpin PELNI, Budi menjabat sebagai Direktur Utama InJourney Aviation Services, anak usaha holding aviasi dan pariwisata InJourney.
Tak lama berselang, Tri Andayani justru dipercaya mengisi posisi yang ditinggalkan Budi, yakni sebagai Direktur Utama InJourney Aviation Services. Perubahan tersebut efektif berlaku sejak 19 Juni 2026.
Dengan demikian, terjadi pertukaran kursi kepemimpinan antara kedua tokoh tersebut: Budi Setyawan berpindah dari IAS ke PELNI, sementara Tri Andayani berpindah dari PELNI ke IAS.
Selain Tri Andayani, mantan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PELNI, Anik Hidayati, juga bergabung ke IAS sebagai Direktur SDM dan Digitalisasi. Di sisi lain, PELNI turut melakukan penyegaran manajemen dengan menunjuk Triswahyu Herlina sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko menggantikan Anik Hidayati.
Perpindahan ini menunjukkan adanya rotasi kepemimpinan lintas-BUMN yang masih berada dalam ekosistem sektor transportasi nasional. Tri Andayani dikenal sukses memimpin transformasi PELNI sejak 2022, sementara Budi Setyawan memiliki latar belakang kuat di bidang transformasi bisnis dan digital dari Telkom Group serta InJourney Aviation Services.
























